GKDI Konferensi Nusantara di Surabaya, 26 -28 okt 2012

Welcome to Surabaya!

Ini kedua kalinya aku datang ke Surabaya. Dan…ternyata Surabaya adalah kota yang sudah berubah. Aku cukup takjub melihat “hijau” nya jalan-jalan yang aku lewati. Walaupun cuaca saat ini cukup panas, tapi aku merasa segar dengan melihat banyaknya pepohonan yang ditanam di tepi jalan maupun di pembatas di tengah-tengah jalan. Ternyata perubahan ini dilakukan oleh oleh Ibu Tri Risma harini, perempuan pertama yang menjabat sebagai walikota di Surabaya. Bahkan dari perbincangan dengan seorang sopir car rental, hampir setiap pagi Ibu Risma ini mengelilingi kota untuk mengecek keadaan taman dan pepohonan. Beliau sangat fokus untuk memperindah Surabaya. Waow.. aku salut dengan kerja keras beliau. Mudah-mudahan Pak Jokowi Ahok bisa membuat hal yang sama di Jakarta.

Selain banyaknya tanaman di seluruh pelosok kota, aku juga merasa nyaman berjalan di sepanjang jalan Basuki Rahmat, karena ada trotoar yang lebar dan tanpa PKL. Dari hotel tempat aku menginap (Midtown) aku cukup berjalan kaki ke gedung Gramedia Expo tempat konferensi berlangsung. Dengan trotoar yang lebar, pohon yang rindang, bahkan ada lampu merah untuk menghentikan kendaraan jika kita menyeberang jalan di zebra cross… wah saya merasa Surabaya betul-betul nyaman bagi pejalan kaki. Great Job for Ibu Risma.

 

LESSON 1, by Harliem Salim

Maleakhi 1:1-5

“Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?

Maleakhi adalah Nabi terakhir yang berbicara kepada bangsa Israel, sebelum masuk ke Perjanjian Baru. Berulang kali Tuhan menggerakkan hati bangsa itu untuk selalu berpegang kepada perjanjian, tapi berulang kali bangsa israel selalu menjauhi Tuhan. Ini adalah jaman ketika mereka dalam keadaan paling keras hatinya. Tetapi sekali lagi, Tuhan mengawali firmanNya dengan kalimat :

“I Love You” atau “Aku Mengasihi Kamu”

Inilah hati Tuhan. Dari sejak Tuhan pilih mereka, di Ulangan 7:8 Tuhan mengatakan bahwa bukan karena bangsa israel, tapi karena Tuhan mengasihi mereka. It’s all about God’s love, it’s not about who you are.

GOD has Unchanging Love. No matter how bad you are. Coba pikir tentang diri kita ini siapa, dan ingat kembali betapa banyak kasih Tuhan di dalam hidup kita. Seburuk apapun masa lalu kita, Tuhan tetap mengasihi kita. Problem nya adalah kita yang sering berubah setia kepada Tuhan. Why? Karena kita mudah lupa. Menjaga hubungan dengan Tuhan perlu dilakukan secara konsisten setiap hari, supaya kita tidak lupa. How do you feel when God says He loves you? Masih merasa bersyukur? Masih merasakan sebuah keistimewaan?

Terkadang, kasih Tuhan ditunjukkan dengan di-disiplinkan. Bayangkan seorang anak yang tidak pernah di-disiplinkan, akan jadi seperti apa? Tapi ketika kita sedang mengalami pergumulan, atau menghadapi konsekuensi dosa kita, atau mengalami hal yang sulit yang kita ga mengerti, masikah kita merasa bersyukur? Tuhan selalu fokus untuk membentuk karakter orang yang dikasihiNya. Jadi jika hidup kita terasa lebih sulit sejak kita menjadi seorang murid Yesus, itu hal yang wajar. Tuhan sedang mengajari kita sesuatu. Justru heran dengan orang yang jadi Kristen tapi hidupnya enak terus. Tuhan ingin kita bertumbuh dalam banyak hal.

Mal 1:6

Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?

Kita mengerti perbedaan antara hubungan tuan – hamba, dengan ayah – anak. Kita mengerti seharusnya hamba melayani tuan nya, dan seorang anak akan mewarisi kepunyaan ayahnya. Tuhan menganggap kita sebagai seorang anak, tapi sikap kita kadang kurang ajar.

Mal 1: 7-8

Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” Dengan cara menyangka: “Meja TUHAN boleh dihinakan!”

Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?

Pada jaman itu, bangsa israel akan mempersembahkan korban sebagai pengganti hukuman dosa yang mereka lakukan. Dosa seharusnya diganjar hukuman, tapi Tuhan hanya meminta mereka untuk mempersembahkan binatang yang terbaik. Tapi di jaman ini, mereka sudah meremehkan hal itu dan memberikan persembahan korban yang jelek. Bayangkan jika ada org bersalah kepada kamu, tapi dia meminta maaf dengan setengah hati. Apa perasaan kamu? Bagaimana jika ada orang memberikan kepada kmu barang yang sudah jelek? Kamu suka atau merasa terhina?

Jika kita tidak suka menerima barang yang jelek, apa yg membuat kita pikir bahwa Tuhan akan suka menerima persembahan kita yang jelek?

Tuhan juga akan merasa Dihina jika kita tidak memberikan yang terbaik kepada Dia.

If you not give you best, then you despise Me! Says the Lord.

Lihat ke dalam hidup kita. Dalam hal apa kita tidak memberikan yang terbaik? Ini bukan bicara tentang memberikan materi. Ini tentang memberikan hidup kita secara total kepada Tuhan. Bukan suam – suam kuku. Banyak sekali orang menyebut dirinya Kristen, tapi suka tinggal di dalam dosa dan hidup dalam suam- suam kuku.

Mal 1:10

Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

Tuhan bicara seperti ini ” lebih baik tutup gerejamu, ga usah ada kebaktian, daripada kamu kebaktian dan pelayanan tapi masih tetap suka bermain – main dengan dosa.”

BE ALL OUT, or Nothing at all. Tuhan merasa terhina jika kita kelihatan bagus, masih beribadah, tapi hidup kita busuk. God knows everything.

Mal 1: 12-13

Kamu berkata: “Lihat, alangkah susah payahnya!” dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.

Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Ingat ketika Yesus memuji seorang perempuan miskin yang memberikan semua yang dimilikinya. Sebenarnya bukan berapa nilai atau harga dari barang yang kita kasih yang penting. Tapi seberapa besar harga yang kamu rela bayar kepada Tuhan? Jika kita dengan mudah saja untuk melayani Tuhan, itu biasa saja. Tapi jika kamu harus berkorban untuk melayani Tuhan, untuk bantu orang lain, itu baru masuk hitungan.

Do You Give Your Best for God? Waktu? Tenaga? Pikiran? Hati? It’s not about money. It’s about giving your life.

Buat keputusan dalam hidup kristen kamu, apakah kamu akan serius atau suam – suam kuku. Ibadah yang sebenarnya adalah praktek ke lapangan. Bangun hubungan yang real dengan Tuhan, pelajari firman Nya, bertobat secara serius, dan bantu orang lain untuk mengenal kebenaran juga. Bukan hanya datang ke gereja dan pulang ga ngapa-ngapain. Tuhan itu pengasih, dan Tuhan juga adil, tegas dan tidak kompromi. Amin

LESSON 2. for Married. By Harliem & Vania, Budi K & Liphin

Maleakhi 2: 10-12

Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?

Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.

Ada sebuah hubungan yang benar, yang Tuhan inginkan, tapi kita tidak lakukan. Sebaliknya ada hubungan yang tidak sesuai kehendak Tuhan, eh malah kita lakukan.

Tapi ingat, jika kita memiliki hubungan yang tidak benar, semua itu akan membawa konsekuensi hingga ke anak dan keluarga kita.

Mal 2:13-14

Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.

Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.

Lihatlah ke dalam pernikahan kita. Apakah kita sedang menutupi masalah pernikahan kita dengan pelayanan kita? Apakah kita kelihatan hebat di luar tapi banyak masalah yang tidak diselesaikan di dalam keluarga kita? Apakah pernikahan kita tidak bertumbuh?

Bereskan Masalah Pernikahan Kita dengan Benar, sebelum Kita Melayani Tuhan

  • seberapa besar kamu FIGHT untuk married kamu?
  • Seberapa kamu betul-betul jujur tentang married kmu?
  • Seberapa sabar kamu menghadapi kelemahan pasangan? Apakah kmu suka membandingkan pasangan kmu dengan org lain? Semua orang punya skala kelemahan yang berbeda.
  • Apakah kamu mau terbuka dan mencari bantuan?

Problem adalah sebuah Indikasi tentang Hubungan kamu sendiri dengan Tuhan

1 Petrus 3:7

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Doa kita tidak akan dijawab Tuhan, jika kita tidak memperlakukan pasangan kita dengan benar

Pernikahan adalah sebuah COVENANT, bukan CONTRACT

kontrak adalah perjanjian yang kita mau pastikan bisa menguntungkan pihak kita. Tapi Covenant adalah perjanjian dimana kita mau memberikan sesuatu untuk pasangan kita. Sama seperti perjanjian Tuhan dengan israel, dimana Tuhan selalu memberikan apa yang menjadi janjiNya. Bukan perjanjian yang sifatnya egois saja. Apakah kamu melihat married kamu sebagai sebuah covenant atau contract? Itu akan membuat sikap kamu berbeda. Jika covenant, maka kamu akan fokus utk memberi kepada pasangan, bukan hanya fokus untuk diberi.

4 SIKAP yang merusak pernikahan

  • Mengkritik / Critize. Apakah kita sangat mudah mengkritik daripada memuji pasangan? Kadang kita menggunakan kata2 seperti ” kamu selalu begitu….” atau “kamu tidak pernah…” Discuss the problem, but dont attack your spouse. Bicarakan hal yang mengganggu, tapi bukan dengan sikap menyerang pasangan.
  • Merendahkan / Contempt.
  • Membela diri / Defensive. Sulit untuk diberi nasehat dan mengakui kesalahan
  • Membangun tembok / Stone walling. Bagaimana sikap kita jika ada konflik, apakah kita langsung berdiam diri, cuek, atau fokus ke tv atau gadget? Tidur di kamar anak? Itu akan lebih menjauhkan diri dari pasangan.

Mal 2:16

Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Apakah suami bisa bersikap kasar kpd istri? Harliem jika di dalam rumah lebih banyak dilayani vania, tapi jika di luar, dia akan selalu berusaha melayani vania. Misalnya dalam hal bawain barang, jaga anak. Jangan membiarkan istri yang selalu melayani. Atau semua serahkan ke pembantu, tapi ayah gak ngapa-ngapain karena sudah merasa bekerja cari duit.

Semua masalah pernikahan dapat diselesaikan oleh Yesus

kuncinya adalah kita mau CONTRITE, CONFESS, dan CHANGE. Rendah hati, Mengakui, dan Berubah. Mulai dari diri sendiri, jangan menunjuk pasangan duluan. Dua-duanya pasti ada bagian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s