Semalam di Shanghai, China

Kota pertama yang kami singgahi adalah Shanghai.. Kota terbesar di China, dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa. (bandingkan dengan Jakarta yang sekitar 8jt jiwa). Di sepanjang kota banyak apartment dan gedung-gedung tinggi yang berdesain moderen. Macet juga terjadi disini, walaupun Shanghai sudah memiliki Metro (MRT) dan Maglev (kereta api canggih). Tapi polusi asap kendaraan bermotor kok tidak kelihatan ya? Habis, yang gw liat semuanya mobil-mobil bagus dan tidak kelihatan asap knalpot sama sekali. Uniknya, motor mereka juga motor listrik (tidak menggunakan bensin) dan suaranya halus banget bahkan tidak bersuara, jauhhh banget dengan motor-motor di Indonesia yang berlomba-lomba dalam suara. Hanya saja, pengemudi mobil di Shanghai suka membunyikan klakson, jadi gw agak terganggu dengan suara klakson.

Jalan di Shanghai

Apartment di Shanghai

Jalan tol di Shanghai

Nanjing Roadadalah pusat shopping bagi para turis! Yah, kaya Pasar Baru di Jakarta, tapi tempat ini didesain dengan keren dan bersih, nyaman banget untuk pejalan kaki. Apalagi jika malam hari, wah semua bilboard tokonya menyala terang warna warni. Jika kita hanya ingin melihat-lihat tanpa berbelanja, kita bisa naik kereta kecil dari ujung ke ujung (karena jalan nya lumayan panjang loh, 1km lebih..) Tapi jika kita ingin shopping atau foto, jalan kaki aja lebih seru. Kalau cape, kita bisa duduk di kursi-kursi semen yang disediakan di tengah-tengah jalan. Di sepanjang jalan ini terdapat Dept Store, supermarket, dan toko-toko pakaian branded. Mau cari sepatu, baju, tas, makanan dan suvenir, banyak disini. Tapi harganya kayanya ga murah deh… kayanya sama aja seperti di Jakarta. Yang enak suasananya, semakin sore semakin ramai.
 

 

Setelah menyusuri Nanjing Road (ikuti saja kemana orang banyak pergi) maka kita akan sampai di Shanghai Bund yang sangat terkenal… Shanghai Bund adalah daerah pinggiran sungai HuangPu. Di seberang sungai kita bisa melihat pemandangan Shanghai Tower, Shanghai World Financial Center (gedung tertinggi di Shanghai yang memiliki 100 lantai) dan gedung2 moderen lainnya. Tapi di sebelah sisi yang dekat Nanjing Road, malah terdapat gedung-gedung berarsitektur Eropa klasik. Pemandangan pada malam hari lebih bagus, karena semua gedung-gedung itu dipasangi lampu kuning. Gedung-gedung kuno ini tampaknya sudah berusia ratusan tahun. Betah banget duduk ngobrol sambil menikmati pemandangan disini. Banyak banget orang disini, tidak terhitung banyaknya, sampe sulit untuk berfoto tanpa terhalangi orng lain.

the Shanghai Bund

Gedung arsitektur eropa di Shanghai Bund

Gedung dipasangi lampu2 pada malam hari

night at shanghai bund

coba ada tempat nongkrong kaya gini di Indo...

Makanan. Jika kita ingin mencicipi masakan china, banyak sekali restoran di sekitar Nanjing Road. Tapi jika kita bingung mau makan apa (ga tau tempat makan yang enak), gw saranin lebih baik ke restoran2 internasional aja yang kita sudah tau. Kebetulan hotelku dekat Pizza Hut, jadi kita mampir untuk makan disitu (sebelumnya makan mie di restoran apa gitu, tapi ga enak hehehe…). Lucunya gw baru tau kalo org2 disini ternyat ga makan sambal kaya kita gitu loh! Jadi waktu gw minta sambal di pizza hut, ga ada. Ketika gw lihat ke semua meja, ternyata ga ada yang makan pake sambal. Pantesan sodara gw yg ikut rombongan kita bawa sambal abc kesini. KFC disini juga ga pake sambal juga. Jadi,bagi para pecinta sambal yang mau ke china, bawa sendiri ya sambalnya dari Indo hehehe…

2 thoughts on “Semalam di Shanghai, China

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s