“TUHAN” di Korea Utara

Berbagai berita seputar penyerangan Korut ke Pulau Yeonpyeong, Korsel, membuat aku teringat kepada film yang pernah aku tonton sebelumnya.  National Geographic Channel membuat investigation film tentang Korut beberapa tahun yang lalu.  Lisa Ling, reporter Nat Geo membeberkan cerita yang luar biasa tentang negara paling misterius di dunia.  (Lisa Ling adalah kakak dari Laura Ling, jurnalis yang pernah ditangkap oleh Korut dan dibebaskan setelah negosiasi yang dilakukan oleh mantan presiden Bill Clinton pada bulan Agustus 2009).

Tidak semua orang asing dapat masuk ke Korut, sehingga tidak mudah untuk bisa mendapatkan informasi mengenai keadaan rakyat Korut.  Seorang dokter (aku lupa nama dokter yang luar biasa ini)  membawa misi kemanusiaan untuk menyembuhkan penderita katarak di Korut .  Lisa Ling dan juru kamera menyamar sebagai anggota misi yang akan mendokumentasikan kegiatan penyembuhan tersebut, tapi ternyata mereka entah bagaimana, juga diperbolehkan untuk meliput gambar2 di sekitar rumah penduduk Pyongyang.

Diceritakan bahwa rakyat Korut sangat tertutup dan tidak punya akses informasi terhadap dunia luar.  Mereka tidak punya handphone, apalagi internet.  Semua jaringan media dikontrol dari pemerintah dan tentu hanya menayangkan berita “versi pemerintah”.  Bahkan buku-buku yang ada pun berasal dari pemimpinnya.  Teringat aku ketika Indonesia di jaman Pak Harto.  Tapi di Korut ternyata keadaannya lebih parah.  Rakyat tidak boleh menggunakan barang impor, padahal pemimpin nya, Kim Jong Il, adalah penyuka anggur Cognag dan mengkoleksi banyak limosin.  Selain itu, dia juga memiliki koleksi 20rb film.  Seorang mantan pejabat Korut bernama Kim Jong Ryul yang bertugas sebagai “pembeli barang2 impor untuk diktator” mengakui dia bisa membeli apa saja, mulai dari teknologi mata-mata, senjata dan pesawat kecil hingga mobil mewah dan karpet, serta sepucuk pistol berlapis emas untuk Kim Il Sung, ayah Kim Jong Il.

Sejak berakhirnya Perang Korea (hanya gencatan senjata, tapi tidak ada perjanjian damai), pemerintah Korut mengajarkan doktrin untuk membenci Korsel dan AS.  Bahkan ada lagu yang diajarkan yang isinya menjelek2 kan AS.  Aku tidak peduli dengan masalah politik mereka, tapi aku merasa kaget melihat di setiap rumah penduduk, pasti ada foto pemimpin nya.  Luar biasa melihat sikap rakyat Korea terhadap foto pemimpin nya.  Mereka bisa membungkuk dan menyembah foto pemimpin nya, dan bahkan bisa menangis ketika berbicara ttg “pemimpin tersayang” nya. Indoktrinasi ini dilakukan dari sejak anak2, bayangkan saja apa yang diajarkan di semua sekolah disana.  Betul2 pemimpin yang berhasil membuat rakyatnya memuja dirinya.

Ketika tim dokter sampai di rumah sakit terbagus di pyongyang, sarana yang terlihat begitu menyedihkan.  Meja operasi penuh dengan darah, dan botol infus sepertinya dari botol kecap.  Untunglah tim dokter mata ini membawa peralatan lengkap.  Dokter yang luar biasa ini harus menyembuhkan 1000 penderita katarak dalam waktu 10 hari.

Diceritakan bahwa Korut memiliki sebuah “kamp penyiksaan” bagi setiap warga yang berkata-kata menyinggung pemerintah.  Jika ada satu orang “salah ngomong sedikit” maka dia dan seluruh keluarganya akan dibawa ke kamp tersebut dan tidak akan pernah kembali lagi ke rumah mereka.

Keadaan di sekitar tembok perbatasan 2 korea “sangat dingin”.  Jika pihak Korsel ingin mengirim pesan kepada Korut, maka pihak pos Korsel harus menelpon ke pos Korut (yang jaraknya cuma 5 meter mungkin?) dengan telepon model lama.  Kadang kala belum tentu pihak Korut merespon, sehingga akhirnya pihak Korsel harus berteriak dengan toa untuk menyampaikan pesan.  Itu pun belum tentu akan direspon oleh pos penjaga Korut.  Korut hanya merespon bila ada perintah dari petingginya.  Salah satu penjaga perbatasan Korut yang berhasil melarikan diri ke Korsel setelah meresikokan nyawanya sendiri melewati pagar listrik, berbicara.  Dia mempunyai penghasilan yang cukup dan posisi yang lumayan, tapi itu tidak membuat dia senang.  Yang dia inginkan hanyalah kebebasan, dan kebebasan tidak ada di Korut.  Dia bahkan tidak tahu bagaimana nasib keluarganya setelah dia melarikan diri.

Di salah satu sudut kota Pyongyang, terdapat patung pemimpin sebelumnya, Kim Il Sung, dalam ukuran Super Besar. Setiap orang yang melihat patung itu akan menunduk untuk memberikan penghormatan.  Semua orang Korea Utara dididik di sekolah bahwa kehidupan sehari-hari mereka termasuk berpakaian, makan dan pekerjaan mereka semua dapat diwujudkan ‘berkat ketua Kim’.  Portrait Kim ditaruh di semua rumah tangga, dan tempat suci termasuk 35 ribu patung Kim , didirikan di seluruh pelosok negeri.

Pendewaan itu dilanjutkan bahkan setelah kematian Kim.  Jenajahnya dipelihara selama-lamanya di istana kepresidenan di Pyongyang, dan otoriternya tersisa atas nama ‘ketua lamanya’, filsafat dan ajarannya masih dilaksanakan atas nama ‘sistem kekuasaan politik dengan pewarisannya, yang diteruskan oleh anaknya sekarang, Kim Jong-il.

 

Bagian akhir film menceritakan situasi ketika 1000 orang yang telah disembuhkan dari operasi katarak dibuka perban nya satu persatu.  Setiap kali satu orang dibuka perban nya dan dia dipastikan bisa melihat, orang itu akan langsung maju menghadap foto 2 pemimpin Korut yang dipajang di dinding depan.  Dengan menangis, bahkan berteriak, mereka menyembah foto itu, berterima kasih, dan… betul2 baru kali itu saya “tercengang” melihat bagaimana manusia memuja pemimpinnya.  Bukan nya mereka berterima kasih kepada tim dokter yang telah menyembuhkan mereka, mereka malah meng-elu-elukan pemimpin nya.  Barulah saya sadar dan sedih, bagaimana seorang manusia bisa menjadi “Tuhan” dengan kepemimpinan diktatornya.  Kasihan sekali dengan rakyat Korut yang dibodohi sejak perang Korea thn 1953.  Semoga hal ini dapat menjadi pemikiran kita semua tentang bagaimana jahatnya hati manusia sehingga dapat menyebabkan penderitaan 1 bangsa, dan terus berdoa untuk keadaan disana dapat berubah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s