Trip to Kalimantan Barat 14-18 Feb 2010

Awalnya gw pikir, Pontianak (disingkat jadi Ponti aja ya) letaknya jauh dari Jkt.  Tapi ternyata hanya butuh waktu 1 jam 15 menit menggunakan pesawat Mandala untuk sampai kesana.  Setelah melihat ke peta, gw pikir seandainya ada penerbangan dari Bangka ke Ponti, pasti byk yg pergi deh.  Karena jarak Bangka – Ponti hanya setengah dari jarak Jakarta – Ponti. Kali ini kita ke Ponti dalam rangka berkumpul bersama keluarga jn utk merayakan Imlek. Terakhir kali dia pulang sudah 8 thn yg lalu.  Inilah hal-hal menarik yg aku temukan di Ponti.

Tugu Khatulistiwa (Equator Monument)

Tugu khatulistiwa yang menjadi icon kota Ponti, ramai dikunjugi wisatawan pada saat terjadinya titik kulminasi matahari, yaitu pada tgl 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada tanggal-tanggal tersebut, sebuah benda yg diletakkan di titik tugu tersebut tidak akan mempunyai bayangan, karena matahari terletak tepat di atas titik tersebut, sehingga menghasilkan bayangan yg tegak lurus dengan benda tersebut.

Tugu Khatulistiwa

Sejarah Tugu (1)

Sejarah Tugu (2)

Sungai Kapuas

Inilah sungai terpanjang (1000-an Km) di Indonesia,  yang membelah kota Ponti menjadi 2 bagian, kota lama dan kota baru (Siantan).  Ini foto sungai Kapuas yg gw ambil dari pesawat

Sungai Kapuas difoto dari Pesawat

Untuk melihat Kapuas dari dekat, kita pergi ke Taman Alun Kapuas,  pinggiran sungai Kapuas.  Banyak sampan dan kapal ferry di pinggiran sungai.  Sebenarnya pemandangan nya indah, sayang dermaganya sudah pada rusak dan orang berjualan tidak beraturan.  Padahal tempat ini berpotensi menjadi daerah wisata yang bagus. Katanya lagi program Visit Kal Bar 2010???

Taman Alun Kapuas

Warung Kopi (Kopi Tiam)

Sering denger cerita dari papa mertua gw, kalau di Ponti banyak Kopi Tiam.  Ternyata benar, di setiap jalan di kota, pasti ada Kopi Tiam.  Jualan nya hanya minuman dan kue-kue. Warga sini punya kebiasaan nongkrong di kopi tiam.  Gak cuma buat orangtua, tapi juga banyak anak muda.  Papa mertua ku setiap pagi jam 4 pergi ke kopi tiam bertemu dgn teman2 nya.  Hmmm jika Starbucks atau warung kopi modern lainnya buka disini, laku ga yaa?

Perayaan Imlek

Penduduk Kal Bar sebagian besar berasal dari suku Dayak, diikuti dengan suku Melayu, danTionghoa.  Gw ga tau persentasenya, tapi jika melihat kemeriahan Imlek di kota Ponti, rasanya jumlah suku Tionghoa tidak sedikit.  Bahkan, wakil gubernur nya pun orang TiongHoa (Pak Christiandy Sanjaya).  Bahasa utama orang Tionghoa disini adalah bahasa Khek (Hakka) , ini mirip seperti di Bangka (gw ga bisa soalnya keluarga ku memakai bahasa Hok kian).  Jadi di setiap rumah makan yg kami singgah, pasti mereka bicara bahasa Khek.  Selain itu ada yg menggunakan bahasa Tio Ciu yg mirip dengan bhs Hok Kien.  Ga tau deh kalo bahasa Dayak gimana, sedangkan orang melayu menggunakan bhs Melayu yg mirip dengan logat Malaysia.  Ada kejadian lucu ketika kami makan di sebuah rumah makan.  Papa mertua ku bicara dengan pelayan nya dgn bhs Khek.  Beberapa kali bicara pelayan nya selalu bilang iya iya, tapi ternyata waktu papa minta sambal, yg dikasih piring.  Lalu dia bilang “maaf saya tidak ngerti bahasa khek, saya dari Jakarta”.  Lalu kami semua tertawa.  Begitulah pergaulan org Tionghoa sehari-hari di Ponti, pasti menggunakan bhs khek.  Gw hanya ngerti sedikit2 saja, jadi kadang suka pusing juga berada di antara keluarga jn.  Sekali sekali gw harus bertanya ke jn hal apa yg sedang dibicarakan (:

Papa mertua ku mengajak kita semua foto bersama di studio foto, jarang2 ngumpul katanya.  Soalnya kita tinggalnya terpisah-pisah. Koko Jn yg paling besar di Tanjung Pinang, dan satunya lagi di Batam. Sedangkan cicinya di Poris. kita di Jkt.  Jadi mereka jarang berkumpul.  Meskipun agak kecewa dengan foto studionya (background dan fasilitas yg seadanya) tapi lumayan lah hasil fotonya karena kita semua cukup ekspresiv.  (Fotonya belum jadi).  Habis itu kami pergi mengunjungi saudara dari keluarga Jn.  Suasana Imlek disini betul2 mirip di Bangka, karena orang masih saling mengunjungi dan menyediakan berbagai kue dan minuman, dan tentu saja angpao!  Wah, kita yg belum punya anak gak bisa BEP deh kalo Imlek hahahaha.

Pertama kali ketika memasuki jalan Gajah Mada, gw cukup terkesima melihat hiasan Imlek (lampion merah) digantung di sepanjang jalan dan bangunan2 yg ada disana.  Sayang sekali kami baru datang tgl 14, karena pada malam sebelumnya ada perayaan kembang api yg sangat meriah di sepanjang jalan ini, bahkan sampai 4 jam dan menghabiskan belasan juta rupiah (berita di media setempat).  Jln Gajah Mada adalah China Town utk Ponti.  Hal yg unik selain hiasan Imlek di sepanjang jalan, ternyata byk sekali bangunan Yayasan orang Tionghoa di sini.  Papa mertua ku bilang, terdapat 50 lebih yayasan di kota Ponti. Wah banyak bgt, memangnya yayasan utk apa seh? ternyata utk mengurusi pemakaman dan pemadam kebakaran. Oh gitu toh… Mungkin karena gaya hidup di Ponti yang agak santai, mereka punya banyak waktu untuk kongkow2 ga hanya di kopi tiam tapi juga di yayasan2 tersebut.

Hiasan imlek di jalan2

Hiasan Imlek di Jln Diponegoro

Suasana jalanan di Ponti

Sebuah Yayasan Orang Tionghoa di Jln Gajah Mada

Singkawang

Sudah sampai ke Kalimantan Barat, tentu harus mengunjungi kota Singkawang.  Inilah kota yg paling terkenal dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Indonesia.  Orang-orang menyebutnya Kota Amoy (Amoy adalah panggilan untuk wanita TiongHoa yang belum menikah).  Kabarnya banyak pria dari Malaysia, Singapura, Hongkong dan Taiwan datang kesini mencari Amoy untuk dijadikan istri.  Perjalanan dari Ponti ke Singkawang memakan waktu 2,5 jam.  Ketika sampai disana, lagi-lagi gua terkesima melihat begitu banyak kuil/kelenteng/pekong yg ada di setiap pelosok kota.  Pantas saja kota ini juga disebut Kota Seribu Kuil.  Begitu banyak orang Tionghoa yang sembahyang di kuil, terutama pada malam Imlek.  Di sebuah perempatan jalan, bahkan ada sebuah patung naga yang cukup besar di tengah2 jalan.  Wah wah, ini betul2 China Town.

ini gbr patung naganya (diambil dari http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=929772&page=3). Gua ga bisa fotoin karena waktu itu lagi rame jalan nya.

Patung naga di tengah2 perempatan jalan

Kali ini tujuan kita adalah Stadion Krida Sasana, karena kabarnya disana ada pembuatan kue keranjang terbesar di Indonesia yang akan masuk MURI.  Penasaran khan… nah akhirnya kita sampai di stadion ini.. dan ternyata yang pertama kali kelihatan adalah Lampion Raksasa! Nah ini fotonya, bisa bandingin kan ukuran orang yg ada di lapangan sama ukuran lampion nya.  Gw difoto dari posisi tribun.

Lampion Terbesar di Indonesia

Hmmm terbuat dari apa seh? Konstruksi nya dari 6000 batang bambu, ditutupi dengan kain merah lebar 1,2 m panjang 2700 m.  Tinggi 24 m, diameter 32 m, dan lama pembuatan 20 hari.  Lampunya total 4000 watt.  Dibuat dengan swadaya masyarakat, untuk mensukseskan Visit KalBar 2010.  Nah, ini baru rekor yaa..  ayo kita lihat gimana seh proses pembuatan nya?

Pembuatan konstruksi lampion (1)

Proses pembuatan lampion (2)

Proses pembuatan lampion (3)

Bagian dalam lampion

Di halaman stadion ini juga banyak pohon Mehwa, kayanya bagus juga kalo foto dengan background ini..

Oke, sekarang dimana kue keranjang terbesar itu? di atas panggung ini..

Kue keranjang terbesar di Indonesia

Waktu kita lagi antri mau naik panggung, dipanggil sama kokonya Jn yang ada di meja sebelah panggung

hey, kalian uda beli tiket?

terus kita keheranan dan mencoba liat ke barisan paling depan, dan memang ternyata sebelum naik ada pemeriksa tiket

tiketnya berapa Ko?

Goceng satu orang. Kalau anak2 gratis..

Hah? wah gua masih dianggap anak2 ga ya? soalnya kalo di group merid kita sering dibilang masih kecil

hahahaha…

yah kita ga jadi naek deh kalo mesti bayar hehehe namanya kue keranjang pasti sama lah, hanya ukuran nya yg super gede.  Berat kuenya 8 ton, bahan ketan nya 4 ton dan gula juga 4 ton.  Nah, ini gw dapet gambarnya dari http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=29383

kue keranjang raksasa

Btw, Singkawang sedang menyiapkan event terbesarnya, yaitu Cap Go Meh yg akan jatuh pada tgl 28 Feb.  Ceritanya, akan ada atraksi parade ratusan Tatung yang memperlihatkan ilmu kekebalan tubuh mereka. Tatung dalam bahasa Hakka adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur, sehingga dipenuhi dengan mistik dan atraksi menegangkan yg tidak dapat dilakukan orang biasa.  Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh-roh yang dipanggil untuk dirasukkan ke dalam Tatung diyakini merupakan para tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima2 perang.  Setahuku, tradisi ini hanya ada di Kal Bar dan Bangka (di Bangka disebut Luk tung).  Kalau di tempat lain belum pernah dengar.  Gw seh ga pernah mau ngeliat, soalnya bisa merinding… coba aja googling dgn keyword “cap go meh singkawang”, pasti menemukan byk foto2 nya.  Perayaan ini justru menjadi salah satu event terbesar di Kal Bar yg menyedot ribuan wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri.  Tertarik datang? Kabarnya hotel2 disana uda fully booked loh untuk event ini.

Kuliner

Kalo soal kuliner, itu uda wajib dishare juga dong.. sedihnya pas Imlek banyak rumah makan chinese yang tutup… uda muter2 pun hanya bisa makan Bakmi Kepiting yang ada capit kepiting nya (lumayan lah tapi uda pernah coba di Jkt) dan nasi campur. Tapi hari terakhir tgl 18 uda pada buka.. pagi2 mama mertua uda beliin Tausuan, bubur kacang hijau yg dikupas kulitnya.  Ternyata dengan campuran kue cakwe, buburnya jadi enak loh! gw ga pernah makan ginian di Jkt.  Terus juga ada snack stik talas buat oleh2.. hmm ini juga kita suka bgt neh, cocok buat cemilan..

Tausuan dan Stik Talas

Siangnya, papa mama mertua mengajak kita makan di rumah makan di Gang Merpati, gara-garanya mereka tanya

Mau makan apa?

kalau bisa yg ada sayuran nya, dari kemarin kan makan daging terus..

mau makan Pecal dan Selade?

siiip deh! (kedengaran nya cuma seperti pecel dan gado2 yak! tapi coba dulu deh)

Wah, tempat makan nya kecil, tapi yg beli kok pada antri.  Penasaran juga, ternyata memang enak!

Nah ini Pecal, mirip sama pecel tapi kuahnya gurih, kayanya ada campuran juhi nya di dalam kacang nya itu. Rasanya asem pedes. Enak!

Pecal mie

Gw kalo makan sama Jn pasti pesen nya beda, supaya bisa tukeran.  Habis makan separuh porsi Pecal, tukeran deh sama Jn yg pesan Salade.  Nah bagi yg lebih suka asin pedas, kudu cobain Salade (gw seh lebih suka Salade daripada Pecal nya). Dengan kuah ebi, rasanya Mak Nyus!

Salade dengan kuah ebi

Habis makan, gw dan jn pergi ke mega mall di jln A Yani.  Mall ini sangat ramai, dan toko2 nya mirip seperti di Jkt. Ada Hypermart, 21, dan berbagai butik terkenal. Kita seh bukan mo shopping, tapi nonton… 14 blades.  Maklum, klo uda balik Jkt justru jarang2 bisa nonton.  Film nya lumayan lah, action2 nya bagus walaupun dari segi cerita agak membingungkan buat gua hehehe.

Akhirnya uda sore, dan kita harus segera ke airport.  Sebelum ke airport, diajak makan lagi ke perhentian terakhir.  Inilah (katanya) nasi campur paling enak di Ponti.. Nasi Akwang di jln Pahlawan.  Sebenarnya gua gak doyan makan daging, tapi kudu nyobain juga.. Ini makanan yg paling di-incer sama keluarga Jn tapi ga kesampaian karena uda balik duluan.. Rumah makan nya baru buka hari ini, so we’re luckier than them hahaha.  Rasanya? memang enak seh, nasinya hangat dan fresh, berbeda dari nasi campur yg dicoba sebelumnya.  Harganya sekitar 2o-an rb. Yang makan, banyak juga bo.. padahal waktu itu masih jam 3 sore.

Nasi Akwang

Pernah nyobain buah tampi? waktu kita ke Pasar Singkawang, byk sekali yg jualan buah tampi.  Jadilah kita mampir dan borong untuk kasih temen2 di Jkt.  Bentuk luar kaya jeruk, tapi dalamnya dan rasanya mirip manggis.  Buah ini langsung ludes waktu kita bagiin ke temen2 di pertemuan diskusi alkitab di serpong (jumat malam).  semua pada suka..

Buah tampi di pasar Singkawang


Wah, tangan gua pegel nih.. kesimpulan nya, orang2 Kal Bar mirip sama Bangka, tapi lebih meriah perayaan Imleknya.. tapi makanan di Bangka lebih byk variasinya dan lebih enak. hahahaha gua dan jn jadi saling membanggakan kampung masing2 hihihi.  However, bersyukur punya kesempatan ke Kal Bar.  Foto terakhir sebagai penutup aja, kita ambil dari dalam pesawat karena langitnya keren bgt.. sama di dalam Mandala Air dan Terminal 3 Soekarno Hatta.

Di atas awan

Beautiful sky

in Mandala Air

Terminal 3 Jkt

7 thoughts on “Trip to Kalimantan Barat 14-18 Feb 2010

  1. Na,seru amat jalan jalan nya.apalagi yg kuliner.pulang pulang gemuk donk jn pasti kangen mknan ponti ya.haha.nasi akuang tu mirip yg di medan.ngiler nih.btw ponti kotanya bersih ya..

    • iya cuma 4 hari, timbangan naik. gak byk makanan yg bisa dicoba karena pada tutup san.. nasi akwang itu nasi campur the best disana. nasi dan daging nya fresh. dibandingin dgn jkt, kota ponti lebih teratur ruko dan rumah2 nya, dan jalan2 nya byk pohon. Dulu waktu konfrensi ke medan gua ga bisa ikutan karena pas buka toko. Ntar klo ke medan ngajak2 yaaa.

      • udaranya juga bersihhh. Tapi hati2 kalo nyetir mobil di Ponti, soalnya motornya byk bgt dan perlu extra hati2 sama motor, mereka biasanya suka menguasai jalanan.

  2. Been to Ponti about 20 years ago. Remember stay in a hotel, when took a shower the water suddenly stop. The manager said it’s common in Ponti, It’s amazing, they have a big River but no running water. I’ve visit Pantai Pasir Panjang and Singkawang as well. Love the Chinese style Ruko in Singkawang, also the Manisan…Yummy.

  3. Bagus blognya , bacanya seru juga yah. nanti kalau sempet sekali2 boleh nulis di Indonesia Media , di majalahnya atau di websitenya http://www.indonesiamedia.com Saya akrab dengan beberapa orang dari Ponti masih keluarganya Drs. LT Susanto yang mantan anggota MPR/DPR dulu. dan sekarang masih aktif rasanya di yayasan Bhakti Suci di Ponti.

    salam hangat,
    Dr.Irawan.
    505 E. Arrow Highway.
    Glendora , California 91740.
    USA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s