Kej 4-6 Keturunan Kain dan Seth

Menarik juga mempelajari daftar keturunan anak2 Adam. Setelah Kain membunuh Set, dia masih diampuni oleh Tuhan, tapi Kain “pergi dari hadapan Tuhan” dan berpisah dari orangtuanya. Entah bagaimana kehidupan dia selanjutnya, tapi aku yakin arti “pergi dari hadapan Tuhan” itu tidak hanya berarti secara harafiah tapi juga secara kerohanian. Dia mungkin menjadi penguasa kota yang dia dirikan, dan hidup menurut keinginan nya sendiri. Keturunan ke 6 dari Kain (atau keturunan ke 7 Adam melalui Kain), yaitu Lamekh, bahkan hidup poligami, membunuh, dan menganggap dirinya lebih layak daripada Kain. Ini adalah puncak dosa yang mengerikan dari keturunan Kain.

Sebaliknya, Adam Hawa melahirkan Seth, yang artinya “God has granted me another child… “ Adam dan Hawa tetap berusaha melanjutkan hidup mereka dengan bergantung kepadaTuhan, setelah mereka kehilangan 2 anak pertama mereka. Ada 2 hal yang berbeda dari keturunan Set ini dibandingkan dengan keturunan Kain.

“At that time men began to call on the name of the LORD” (verse 26) Sementara keturunan kain hidup jauh dari Tuhan, keturunan Set hidup dengan bergantung kepada Tuhan. Waow… Kelihatannya Adam Hawa sudah belajar banyak dan sedang memperbaiki kesalahan mereka, dengan mengajarkan ttg Tuhan kepada anak2 mereka. Ini menjadi pelajaran utk semua orangtua agar mendidik anaknya dengan benar, tidak hanya memikirkan generasi saat ini. Pengaruh apa yang kita berikan kepada generasi mendatang?

Gen 5:19-23 When Enoch had lived 65 years, he became the father of Methuselah. And after he became the father of Methuselah, Enoch walked with God 300 years and had other sons and daughters. Altogether, Enoch lived 365 years. Enoch walked with God; then he was no more, because God took him away.

Keturunan Adam yang ke 7 melalui Set, adalah Henokh. Di saat Lamekh hidup berdosa, Henokh malah sebaliknya, bahkan diakatakan “Walked with God!” Ada perbedaan yang besar, antara kita “berjalan bersama Tuhan”, atau sekedar “berjalan dalam kehidupan”. Mana yg sedang kita jalani saat ini?

Keturunan dari Seth pada akhirnya sampai kepada Nuh. Pada jaman itu manusia sudah menjadi sangat jahat dan menyedihkan hati Tuhan, “but Noah found favor in the eyes of the LORD, he was a righteous man, blameless among the people, and he walked with God “(Gen 6:8-9)

Ketika aku memikirkan 2 keturunan ini, aku merasa Tuhan sangat jelas memberikan gambaran ttg masa depan kita, apabila kita tidak hidup bersamaNya. Hal lain adalah aku merasa bersyukur dengan “keluarga rohani” yang Tuhan berikan dalam hidupku. Kadang2 aku sudah menjadi terbiasa dan tidak menganggap itu sbg sesuatu yg special lagi. Padahal, mereka lah yang dipakai Tuhan untuk membantu hidupku untuk berubah dan bertumbuh. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s