Gen 2 The Garden of Eden

Taman Eden, taman special bagi manusia pertama. Coba kita bayangkan tempatnya seperti apa. Pernah berada di sebuah taman yang sangat indah? Walaupun Tuhan tahu bahwa akhirnya manusia akan melanggar perintahNya, toh Dia tetap memberikan sebuah taman yang indah. Apakah kita rela memberikan sebuah hadiah kepada seseorang yg kita kasihi, hanya untuk melihat bahwa akhirnya hadiah itu dirusak?

Taman Eden terletak di Timur, entah dimanapun itu berada. (Secara tradisi diperkirakan terletak di dekat negara Irak sekarang). Eden dalam bhs ibrani berarti “delight” (kesenangan/kesukaan). Ada sebuah sungai yang terbagi atas 4 cabang yaitu Pison, Gihon, Tigris,Efrat. Kemarin aku mengunjungi rumah baru temanku di PIK, dari belakang rumahnya bisa melihat pemandangan sungai. Itu aja buat aku udah indah bgt, apalagi kalau membayangkan Eden ya. Berbagai hewan ada disana. Tugas pertama Adam sebagai “pemelihara” taman itu adalah memberi nama kepada hewan2 itu. Bayangkan pusingnya Adam mempelajari semua hewan itu, bayangkan Tuhan duduk bersama Adam dan bercerita ttg jenis-jenis hewan itu, dan apa yang mereka makan. Berbagai pohon ada disana-pohon2 yg menarik dan baik untuk dimakan, wow! (Impianku menjadi ingin memiliki sebuah taman eden!) termasuk 2 pohon yang sangat penting, Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan.

Kita bertanya, kenapa ya Tuhan menaroh 2 pohon ini, tapi ga boleh dimakan buahnya? Tapi kita juga bisa bertanya, di antara begitu banyak pohon lain yg bisa Hawa makan, Hawa masih merasa tidak puas dan penasaran dgn pohon pengetahuan itu? Mungkin salah satu kelemahan wanita adalah keinginan hati akan barang-barang. Kita sering mendengar istilah “cewek matre” dan marah bila dikatakan begitu. Padahal aku pikir, memang pada dasarnya itulah kelemahan wanita, yang akhirnya malah membawa rasa penyesalan besar. Adam sendiri melakukan kesalahan karena dia tidak memimpin dirinya sendiri dan istrinya untuk melakukan apa yg benar. Mungkin dia ingin menyenangkan hati Hawa yang sangat dia cintai, sehingga dia lupa kepada Sang Pemberi hawa itu sendiri?

Byk hal yg kita bisa pelajari dari cerita dosa pertama ini, tapi point ku saat ini adalah kita semua harus waspada dengan iblis yang senang membohongi kita. Godaan nya selalu terlihat menyenangkan, padahal akhirnya akan menimbulkan konsekuensi yg membuat kita menyesal. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri (Ams 3:5)”

Pada akhirnya kehidupan mereka berubah total karena 1 pelanggaran “kecil”. Buat Tuhan, selalu ada konsekuensi dosa. Pikirkan tentang 1 dosa “kecil” kita yang kita lakukan dan konsekuensi yang harus kita hadapi. Aku pernah punya dosa “kecil” dalam perjanjian bisnis. Awalnya aku pikir itu tidak apa2, karena hal itu wajar terjadi dalam dunia bisnis, kata orang2. Tapi setelah terjadi beberapa kali aku merasa bersalah di dalam hati walaupun mendapat keuntungan. Setelah diskusi dengan pemimpinku di gereja, aku ambil keputusan untuk bicara dgn mitraku untuk melakukan apa yg benar. Ternyata Tuhan bekerja lebih cepat dan menyelesaikan masalahnya untukku, dan aku menjadi lega sekarang. Adam dan Hawa menanggung akibat yang begitu besar. Keluar dari Eden, harus “survive” dan mungkin rasa bersalah menyebabkan mereka kadang bertengkar tentang buah itu. Mungkin mereka melihat anak mereka saling bunuh2an dan hanya bisa menyesali apa yg telah terjadi. Bisakah kita bayangkan bagaimana kehidupan mereka yg tadinya indah menjadi sungguh berat? Bisakah kita mengingat kembali bagaimana keadaan kita setelah jatuh dosa, yang menjauhkan kita dari Tuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s