Paulus; Dijatuhkan ke tanah

Kemarin aku ngobrol dengan temanku, dan kita saling mendorong dalam saat teduh. Aku menyarankan dia untuk membaca ttg Musa, dan dia menyarankan aku untuk membaca ttg Paulus.  Tks ya vera, aku merasa lebih semangat karena dorongan kamu.

Baca Kisah 9: 1-19a, Flp 3: 5-7, Kis 22:3-5, Kis 26:10-11

Sekitar tahun 36, adalah seorang Yahudi tulen bernama Saulus dari Tarsus. Seorang Yahudi tulen, seorang Farisi yang menguasai dan taat kepada hukum taurat. Dia benci kepada murid-murid Yesus, dan bahkan menganiaya, menjadi salah satu saksi kematian Stefanus.  Musuh jemaat pada abad pertama. Pasti dia orang yang sangat ditakuti oleh murid2 Yesus saat itu dan orang yang tidak mungkin menjadi murid.  Tapi apa yang tidak mungkin bagi manusia telah dibuat mungkin oleh Allah. Paulus menulis 13 buku dari 27 buku di PB.  Tanpa seorang Paulus, kehidupan murid2 akan berbeda dan tidak banyak hal yang kita ketahui mengenai perkembangan jemaat mula-mula.  Penginjilan akan menjadi berbeda tanpa Paulus.

Dalam perjalanan ke Damaskus untuk mencari dan menangkap murid2 Yesus, sebuah cahaya membuat dia jatuh ke tanah.  Dia juga mendengar suara Tuhan Yesus secara langsung.  Ini adalah pengalaman supranatural yang sangat menghancurkan hatinya, sehingga ia terus berdoa dan berpuasa selama 3 hari.  Berpikir tentang apa yg diyakininya selama ini ternyata sebuah kesalahan.  Bayangkan kalau kita adalah Paulus saat itu.  Apa yang kita yakini selama hidup kita ternyata salah.  Ada kebenaran yang lain.

Walaupun aku seorang murid, kadang2 aku juga bisa merasa “dijatuhkan Tuhan ke tanah”.  Saat apa yang aku lakukan gagal total.  Saat keadaan memburuk, saat sesuatu yg penting tidak terjadi sesuai harapan.  Lucu kadang-kadang, diperlukan untuk kita jatuh ke tanah, baru kita “berhenti” dan melihat ke atas.  Beberapa kali dalam perjalanan spiritual aku harus jatuh ke tanah, kemudian baru ambil waktu untuk berpikir dan berdoa, kemudian bisa melihat pengharapan dan mendapat kekuatan baru dari Tuhan. Mengubahkan hati, fokus, bahkan cara utk mengikuti cara Tuhan.

Paulus berkobar-kobar untuk berjuang demi keyakinan nya, mungkin sama seperti kita kadang kita bersemangat entah dalam sesuatu hal.  Tapi ketika ada keadaan yg tidak bagus, dan kamu merasa dijatuhkan ke tanah, mari kita tiru Paulus apa yg dia lakukan.  Mengambil waktu utk berdoa dan membaca firman, berpuasa, kemudian ubahkan apa yg perlu kita ubahkan.  Jangan keraskan hati kita utk terus melakukan apa yg mungkin salah.  Ada yg jatuh tapi kemudian melanjutkan perjalanan, tidak belajar dari pengalaman nya.  Lagipula ingat, Tuhan selalu ingin menarik perhatian kita kepadaNya.  Mungkin alasan kenapa kita dijatuhkan adalah utk kebaikan diri kita sendiri, dan untuk melihat kembali ke Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s