Sri Mulyani Indrawati, Wanita Paling Berpengaruh

Senang rasanya menyaksikan nama orisinal Indonesia, tepatnya Jawa, terselip di antara deretan jeneng asing dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia yang diluncurkan majalah Forbes.

Di peringkat ke-23 tertulis nama Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Menko Perekonomian, yang kerap disapa Mbak Ani.

Prestasi Mbak Ani terasa fenomenal. Dia bukan hanya termasuk dalam 25 besar daftar perempuan berpengaruh yang dipuncaki oleh Angela Merkel, Kanselir Jerman, yang telah menduduki tempat tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Peringkat Ani lebih terhormat dibandingkan dengan tokoh perempuan dunia seperti capres gagal AS Hillary Rodham Clinton, tokoh perempuan Myanmar Aung San Suu Kyi atau selebritas dengan penghasilan terbesar Oprah Windfrey.

Dalam pertimbangannya, Kate Macmillan dari Forbes menulis sejak ditunjuk sebagai Menkeu pada 2005, Ani mampu menambah kocek cadangan devisa Indonesia ke angka US$50 miliar, satu catatan tertinggi dalam sejarah perekonomian Indonesia. Penanaman modal asing juga meroket ketika urusan keuangan Indonesia ditanganinya.

Ani, yang baru genap 46 tahun, dia lahir di Tanjung Karang pada 26 Agustus 1962, juga dianggap berani memerangi korupsi, mampu menciptakan insentif pajak dan mempermudah ketentuan perizinan investasi.

Menurut Macmillan, keberhasilan Sri Mulyani berbuah promosi ketika pada Juni dia ditetapkan menjadi Pelaksana Tugas Menko Perekonomian.

Sepak terjang perempuan berkaca mata ini mendapat perhatian dunia secara lebih besar ketika pada Septembet 2006 dia dinobatkan sebagai Menkeu terbaik Asia oleh Emerging Markets yang diumumkan di sela-sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

Di dalam negeri, namanya mulai diperhatikan banyak kalangan, terutama pejabat pemerintah dan pelaku ekonomi, ketika Sri Mulyani menduduki posisi Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Sejak saat itu, Sri Mulyani boleh dibilang menjadi salah satu pengamat ekonomi yang paling sering dimintai komentarnya oleh media massa nasional. Indonesia ketika itu masih dirundung krisis ekonomi yang dahsyat.

Komentar sinis

Suka atau tidak suka, kedatangan International Monetary Fund (IMF) ke Indonesia untuk mengatasi krisis ekonomi atas undangan Presiden Soeharto sebelum tumbang dari tampuk kekuasaannya, menjadi ‘berkah’ tersendiri bagi Mbak Ani.

Pasalnya, pandangan ekonomi Sri Mulyani dianggap memang pro-IMF. Dengan nada sinis, kolega sesama ekonom memberi predikat kurang enak kepada perempuan ini, Ani adalah antek IMF.

Komentar sinis tersebut seperti mendapat pembenaran ketika Sri Mulyani berangkat ke Atlanta, AS, untuk menjadi konsultan Usaid pada 2001-2002. Padahal saat ini, Ani dianggap cukup dekat dengan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Lalu kariernya bersama lembaga donor internasional itu semakin melejit saat Ani ditunjuk menjadi Direktur Eksekutif IMF untuk wilayah Asia Tenggara.

Latar belakangnya bersama IMF menjadi sorotan ketika dia ditunjuk sebagai Menkeu setelah menduduki Kepala Bappenas/Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional. Dia dianggap membawa kepentingan lembaga donor dunia tersebut.

“Saya ini seorang dari 34 orang yang diangkat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Jadi programnya saya rasa bukan berdasarkan selera pribadi atau satu lembaga, tetapi [berdasarkan] keputusan bersama,” ujar Ani membela diri suatu kali.

Di tengah terpaan isu sebagai kaki-tangan lembaga donor asing tepatnya AS, Ani malah dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaksanakan tugas-tugas Menko Perekonomian sepeninggal Boediono yang hijrah menjadi Gubernur Bank Indonesia.

Lepas dari pro kontra itu semu, kini Dr. Sri Mulyani Indrawati membuktikan diri, paling tidak menurut Forbes, bahwa dia pantas dipandang sebagai perempuan besi dan punya pengaruh. Terus berjuang Mbak Ani. (eries.adlin@bisnis.co.id)

( Artikel dari Bisnis Indonesia http://web.bisnis.com/sosok/2id1477.html )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s