Ujian Yusuf kepada Saudara2nya

Kej 44

Ini adalah cerita yang sangat detail bagaimana Yusuf menguji saudara2 nya.  Pertama, dia sengaja menempatkan piala dalam karung mereka, membuat sebuah situasi yang tidak adil yang dulu pernah ia lalui.  Yehuda, dalam pengakuan di Kej 44:16 tidak berusaha membela diri ataupun sengaja menuduh saudara2 nya.  Dia mengambil tanggung jawab utk kesalahan mereka semua, mengakui ada kesalahan dalam diri mereka.

Ujian kedua Yusuf, ingin menahan Benyamin karena piala ada di dalam karung Benyamin.  Lagi2, Yehuda tampil untuk bertanggung jawab atas Benyamin dan rela menukar dirinya dgn Benyamin.  Bayangkan Yehuda 20 thn lalu yang mau menjual Yusuf, tidak peduli kepada ayahnya.  Tapi sekarang Yehuda mengakui kesalahan, memohon rela berkorban untuk adik bungsunya, mengingat penderitaan ayahnya.  Mereka telah lulus dalam ujian akhir ini, mengagumkan melihat bagaimana Tuhan bekerja mengubahkan Yehuda.

Kej 45

Membaca klimaks dari cerita Yusuf ini, benar2 memperlihatkan hati Yusuf yang penuh kasih, tulus, pengampun, dan mengerti akan rencana Tuhan yang luar biasa.  Cerita ini adalah sebuah cerita yang penuh dengan emosi, bukan cerita film, tapi real terjadi.

”  bukan karena kamu, tetapi Allah…” ( ayat 45-48 ) Yusuf tidak bisa mengucapkan kalimat ini apabila dia belum mengampuni mereka.  Di kej 50:18-20 ketika yakub sudah meninggal, Yusuf mengulangi kata2 nya terhadap mereka.  Dia memiliki perspektif ilahi.

Jika pada saat ini hidup kita sedang menderita karena kejahatan org lain, jika kita pernah mengalami sakit hati dan kecewa karena orang lain, kita mengalami trauma dan penolakan, kita melihat bahwa seseorang telah melakukan nya utk menyakiti kita, atau kita dapat mengatakan bahwa Tuhan yang sedang bekerja?  Keadaan atau perlakuan org lain bisa menyebabkan kita menderita, tetapi perspektif dan kepercayaan kepada Allah akan membuat kita tetap bersikap seperti Yusuf.  Kita memerlukan pegangan kepada Tuhan agar hati kita senantiasa benar dalam setiap situasi. Beberapa hari lalu ada seorang kawan yang bersikap kurang baik kepada aku setelah aku membantu dia, rasanya sempat mau kesal juga.  Syukur cerita Yusuf membantu aku menahan diri dan mendoakan dia.

Ketika kita dekat dengan Tuhan, kita memiliki iman/ perspektif yang berbeda, dan itu akan memampukan kita utk bersikap dgn benar.  Tuhan akan memampukan kita untuk menerima situasi yang buruk sebagai bagian dari rencana Tuhan yang besar.

Dan sebaliknya jika kita berada dalam posisi saudara-saudara Yusuf yang telah melakukan kesalahan, akui kesalahan kita. Tuhan akan memperlihatkan anugerahNya kepada kita.  Kita harus berani menerima anugerah itu dan berubah.  Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s