Barack Obama vs John McCain

Akhir2 ini aku menjadi sering mengikuti berita kampanye capres di AS, sejak terpilihnya capres Obama dari Demokrat. Hal ini menarik karena tidak seperti di Indonesia, capres disana betul2 harus “beradu” kualitas untuk mendapt dukungan terbesar dalam pemilu 4 november nanti.  Iseng2, aku mengumpulkan artikel2 mengenai kampanye mereka.

  • Obama menutupi ”kekurangannya” dengan memilih Joe Biden sebagai calon wakil presiden. Ini bertujuan melengkapi program ”change” yang dia usung karena Obama relatif kesulitan meraih dukungan warga kulit putih berusia tua, dan Biden adalah senjata untuk itu, terutama di Pennsylvania dan negara bagian lainnya yang masih enggan menerima presiden kulit hitam.
    McCain menunjuk Sarah Palin, Sri Kandi Alaska, yang pamornya melejit seperti meteor. Palin ditunjuk untuk memoles citra McCain yang tak ada bedanya dengan Presiden George W Bush. Palin yang membabat tokoh korup Republik Alaska jadi senjata untuk mendukung program ”change” McCain, sebuah program yang meniru taktik Obama.
  • Kampanye dan strategiKampanye di permukaan tetap gencar, baik oleh Obama maupun McCain. Obama mengatakan, McCain tak punya sasaran yang harus dicapai, sementara McCain mengatakan dia adalah tokoh berpengalaman, tidak seperti Obama.
    Kubu Obama juga gencar melakukan ”keep in touch” dengan pendukung, bahkan membujuk sebagian pendukung Republik dan independen untuk berpaling dari McCain, yang dia katakan hanya akan melanjutkan status quo.
    Kubu Obama menggunakan sarana internet, telepon seluler, dan aktivis akar rumput untuk membujuk berbagai warga guna mendukung Obama.
    Kubu McCain tidak kalah gencar. Sebuah situs, Human Events, gencar menebar informasi dengan program ”mengalahkan Obama”. Namun, bedanya, jika kubu Obama fokus pada program perubahan yang akan dia lakukan, Human Events cenderung melakukan pembunuhan karakter terhadap Obama. Misalnya, Obama tetap dikait-kaitkan dengan figur teroris dan dikatakan tidak patriotis.

    Kubu McCain juga menggunakan komentator media sayap kanan, pendukung Republik, yang kini mencoba menisbikan aura Obama yang mendunia.
    Obama kini balik membalas pembunuhan karakter, dilengkapi dengan upaya membujuk ”Latino”, wanita kulit putih, dan warga negara bagian Arizona, New Mexico, Texas, dan lainnya.
    Obama memiliki armada individu di tingkat bawah, yang bertujuan tidak saja membujuk, tetapi juga untuk meyakinkan warga bahwa Obama adalah calon yang tepat.
    Ini merupakan perjuangan ekstra Obama, yang menghadapi ujian lebih besar ketimbang McCain yang menikmati ”premi” sebagai calon presiden kulit putih dan didukung penguasa yang masih menjabat.
    Namun, Obama mendapatkan momentum karena warga yang penat dan muak dengan status quo, diperburuk lagi dengan kondisi ekonomi serta kenaikan harga pangan dan energi yang mencekik.

( disadur dari http://kompas.co.id/read/xml/2008/09/08/06290948/duel.seru.obama-mccain.di.akar.rumput )

  • Calon wakil presiden AS dari partai Demokrat Joe Biden mengharapkan pertemuan dengan rivalnya dari partai Republik Sarah Palin dalam debat calon wapres AS bulan depan. Namun, Joe Biden mengaku ingin mengetahui isu apa yang menjadi bahan argumentasi Palin.”Ia cerdas, politisi tangguh, sehingga ia akan menjadi lawan debat yang sangat mengagumkan,” kata Biden dalam tayangan wawancara “Meet the Press” dari televisi NBC. Senator Demokrat dari Delaware ini akan berhadapan dengan Palin di Washington University, St. Louis, pada 2 Oktober mendatang.

    Biden ,yang telah mengabdi untuk masa jabatan ke-6 kalinya di Kongres, mengatakan: “Ada sejumlah wanita tangguh dan cerdas yang menjadi lawan debat saya setiap hari di Senat AS.” “Jadi berhadapan dengan Palin bukan masalah baru buat diriku.” Biden juga dengan bangga mengekspos istrinya, Jill, yang menyandang gelar Ph.D.  Biden memuji pidato Palin yang dinilainya mengagumkan pada Konvensi Nasional Republik di St. Paul, Minnesota. Namun, Biden mengaku belum mengetahui isu yang menjadi fokus kebijakan Palin.
    “Ia tak mengucap sepatah kata pun mengenai perawatan kesehatan, lingkungan, atau masyarakat kelas menengah. Kata-kata tersebut belum pernah terlontar dari mulutnya…jadi aku belum tahu apakah ia menyusun kebijakan untuk hal itu,” kata Biden.

( disadur dari http://kompas.co.id/read/xml/2008/09/08/1434141/biden.tak.sabar.hadapi.palin )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s