Hubungan Paulus dan Timotius

Aku banyak belajar dari hubungan Paulus dan Timotius. Pada saat Timotius mulai mengikuti perjalanan Paulus, Timotius masih sekitar umur 20 thn-an sedangkan Paulus sepertinya sudah di atas umur 60 thn. Hubungan mereka berlangsung dalam waktu 20 thn. Ketika Timotius ditinggalkan di Efesus, Paulus memberikan berbagai nasehat untuk memimpin Efesus. Sifatnya agak pemalu dan kurang percaya diri. Dia juga sering sakit terutama masalah pencernaan. Apakah Timotius berhasil mencotohi Paulus dalam memimpin? Pertanyaan nya adalah, bagaimana Tuhan dapat menggunakan org ini menjadi penerus Paulus?

Apa yang dapat aku belajar dari Paulus dalam membimbing Timotius?

  • Paulus dapat melihat potensi seseorang dengan lebih dalam. Kecendrungan orang mencari pengganti pasti mencari yang hebat juga, seperti waktu orang Israel mengangkat Saul menjadi raja. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang kelihatan, tetapi Tuhan melihat hati” ( 1 Sam 16:7 ). Paulus memiliki visi seperti Tuhan dalam mencari dan melatih penerusnya. Dia percaya kepada Timotius dapat melanjutkan semua pengajaran dan nasehat yang telah diterima dari Paulus.
  • Paulus tidak hanya membimbing dengan cara memberikan nasehat, tapi Paulus membawa Tim untuk mengikuti hidupnya dan hidup Kristus. Paulus mengajak Tim keluar dari Listra, kampung halaman nya, untuk misi penginjilan ke berbagai kota. Paulus menugaskan Tim membantu jemaat Tesalonika, Korintus, dan Filipi. Paulus juga berani mengajak Tim ikut menderita dalam pemberitaan Firman. Paulus bukan nya mengasihani Tim yg masih mudah dan meremehkan dia. Paulus justru menantang Tim untuk bertumbuh menjadi pemimpin yang luar biasa. Paulus tidak “menurunkan ilmu” setengah2 kepada Tim, tapi dia ingin Tim menjadi pemimpin yg lebih baik daripada dia. Setiap pemimpin harus mencetak pemimpin berikutnya, tidak hanya mencari murid saja.
  • Dengan perbedaan umur yang cukup jauh, Paulus juga sangat mengasihi Tim. Paulus care dengan masalah kesehatan Tim. Paulus menceritakan semua pergumulan dan hatinya kepada Tim. Pada saat surat terakhirnya kepada Tim, Paulus menceritakan ttg perasaan nya mengenai kematian nya yg sudah dekat. Beberapa hari lalu, aku mengunjungi seorang saudara yang sudah lanjut umur dan sakit-sakitan. Dia sempat bicara dengan kita yg menjenguknya bahwa dia merasa dia akan segera pergi tidak lama lagi. Otomatis kata2 dia membuat aku sedih. Walaupun aku tidak terlalu dekat dgn dia, tetap saja aku merasa sedih. Aku bayangin begitulah perasaan Paulus, dan ia ingin menceritakan nya kepada Tim, anak bimbingan yg sgt dia kasihi. Jika kita merasa akan segera mati, siapa yg kita harapkan untuk berada di sisi kita? Bukankah org yg paling kita kasihi?

Sebaliknya apa yang aku belajar dari Timotius sebagai anak bimbingan?

  • Tim punya hati yang sangat ingin belajar, taat dan percaya kepada pembimbing rohaninya. Tim telah belajar segala sesuatu yg diperlukan utk menjadi pemimpin yg benar di depan Tuhan. walaupun dia seorang yg masih muda dan kurang percaya diri, dia sangat setia dan taat. Dia bahkan ikut menderita aniaya yg diterima oleh Paulus dan ikut dipenjara di Filipi.
  • Tim menggunakan karunia yg telah diberikan Tuhan kepadanya ( 2 Tim 1:6-7 ). Ingat bahwa kepemimpinan adalah karunia dari Tuhan, kita tidak bisa bergantung kepada kemampuan diri sendiri saja. Paulus sering mengingatkan Tim utk ingat hal ini supaya Tim selalu bergantung kepada Tuhan dalam menghadapi setiap masalah jemaat.
  • Tim sangat mengasihi Paulus. Tim mendukung dgn sepenuh hati dan menjadi org yg dapat dipercaya oleh Paulus. Kita bisa tahu kenapa di saat2 terakhir Paulus, dia meminta Tim datang menjenguknya. Karena Tim adalah anak bimbingan sekaligus seorang sahabat buat Paulus.

Sebagai pembimbing, apakah aku sudah memberikan yg terbaik utk anak bimbingan?

Sebagai anak bimbingan, apakah aku sudah belajar byk dari pembimbing?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s