Hubungan yang benar dalam Pacaran

Punya pacar adalah keinginan dari semua org yg masih single atau jomblo, tapi apakah tujuan dari kamu berpacaran?

Budi Hartono pernah ajarin kami, tujuan masa pacaran adalah untuk Mengenal hati lebih dalam, atau “Touching the heart”. Sebagian orang bisa jatuh ke dalam ketidak murnian karena mereka mengubah fokusnya menjadi mengenal fisik lebih dalam (touching the flesh). Jadi, jangan salah fokus ya. Enjoy persahabatan yang lebih dalam, tapi tetap ada batasan dalam fisik dan batasan dalam perbincangan yang dapat mengarahkan ke dosa tidak murni.

Pacaran juga bukan fokusnya untuk segera menikah, walaupun pada akhirnya diharapkan dapat menikah. Kalau fokus kita segera menikah, masa pacaran kita akan dipenuhi konflik yang disebabkan karena saling menuntut (expektasi) yang berlebihan dan yang sebenarnya belum diperlukan. Contoh misalnya kita sudah membayangkan masa pernikahan namun pasangan kita belum siap, nanti kita akan mengira pasangan kita tidak serius. (Padahal, pasangan kita serius tapi dia sedang menyiapkan pelan-pelan secara keuangan hehehe). Akhirnya kesal sendiri. Pernikahan dapat dibahas ketika memasuki masa pertunangan (engagement).

Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah ” apa yang boleh dan tidak boleh dalam masa pacaran? ”

Sebenarnya bukan itu point nya (kalau kita sudah pacaran, semestinya kita menjadi lebih dewasa dan tidak perlu dilarang ini itu), tapi tanyakan hal ini

“Apa yang membangun dan apa yang tidak membangun?”

Setiap pasangan memiliki batasan yang berbeda dengan pasangan lain dalam menentukan apa yg membangun atau tidak membangun dalam hubungan, jadi tentukan “gaya” pacaran kamu yg positif dan membangun kerohanian dan orang-orang di sekitar, bukan malah sebaliknya. Tentukan batas kedekatan fisik kamu. Ada perbedaan tipis antara cinta dan nafsu, jangan tertipu iblis. Hal-hal praktikal yang bisa dilakukan :

  • Tidak “ngetem” di tempat sepi berdua
  • Tidak pulang terlalu malam
  • Ketika pergi kencan/date, jangan hanya fokus diri sendiri saja. Lakukan dating yang bervariasi, entah keluar hang out bersama teman2, bersama keluarga, atau cari pasangan lain untuk sharing cerita. Banyak hal yang kita bisa dapatkan dari cerita pasangan2 lain, ini sangat berguna untuk membantu kita menyelesaikan konflik yang terjadi.
  • Bersikap lebih peka ketika sedang bersama teman2 yang single, sehingga tidak mojok berdua terus atau membuat orang lain jadi merasa risih dengan sikap kita.
  • Minta nasehat kepada pasangan yang lebih dewasa atau pasangan menikah yang bisa membantu
  • Jangan lupakan sahabat2 kita sebelumnya, supaya mereka merasa tidak ditinggalkan dan tetap memberi kepada orang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s