“Sign Me Up” Retreat (1)

Nanti malam gua akan ikut Single Retreat yang temanya “Sign Me Up”. Sebenarnya ada juga Married Retreat hari Sabtunya, tapi karena gua dan beberapa couple lain yang masih pasangan baru dan belum punya anak dan masih tergabung dalam group single, kita ikut yg single deh.

Selama retreat kita akan belajar tentang Nehemiah, jadi hari ini gua baca dulu ttg Neh.

Latar Belakang Nehemia

Buku Neh ditulis oleh Ezra dan Neh, karena pada awalnya kedua buku ini merupakan 1 kitab. Ini adalah masa ketika orang Yahudi dibuang ke Babel dan Persia (Kelanjutan dari 2 Taw), dan kepulangan mereka ke Yerusalem.

Ada 3 periode kepulangan mereka, yaitu

  1. Ezr 1-6 group pertama ini dipimpin oleh Zerubabel dan Imam Besar Yesua, mereka menyelesaikan pembangunan bait Allah.
  2. Ezr 7-10 group kedua dipimpin oleh Imam Ezra
  3. Neh 1-13, group ketiga dipimpin oleh Nehemia yang membangun tembok Yerusalem dan akhirnya melayani bersama Ezra. Dalam 52 hari saja Neh berhasil membangun tembok.

Neh adalah juru minum Raja Persia Artahsasta 1 ketika dia mendengar kabar tentang keadaan kota Yerusalem. Bayangin seandainya gua sedang berada di negara lain, dan mendengar ttg keadaan Indonesia yg sangat buruk, tidak ada lagi keamanan disana, orang-orang berada dalam masalah besar. Kalau gua sudah punya pekerjaan yang penting seperti Neh, belum tentu gua mau peduli dgn negara asal gua. Yang penting gua selamat saat ini, kan. Tapi Neh sangat cinta dgn negaranya sehingga dia berkabung, berpuasa, dan berdoa. Neh punya hati yg peka terhadap kebutuhan orang-orang, yang tidak dimiliki oleh banyak orang saat ini.

Doa Neh sangat penting sehingga ia dipakai Tuhan untuk memimpin pembangunan kembali tembok Yerusalem. Pertama dia menyadari bahwa keadaan yg terjadi adalah akibat dari dosa bangsanya yang tidak mengikuti perintah Tuhan. Bukan nya menyalahkan Tuhan, dia malah memohon ampun termasuk untuk dosanya sendiri. Betul kadang2, nana mengalami masalah/situasi yang buruk, dan tiba2 nana sadar itu bisa terjadi karena akibat/konsekuensi dari dosa nana sendiri. Pada situasi tersebut, kita mesti merendahkan hati kita untuk mohon ampun lagi kepada Tuhan.

Neh juga berani mengklaim janji Tuhan, bahwa apabila bangsanya berbalik kepada Tuhan, maka Tuhan akan memulihkan kembali keadaan. Ketika kita meminta sesuatu dalam doa kita, jangan takut untuk meminta sesuatu yang berdasarkan janji Tuhan. Neh punya keinginan dan impian untuk mengubahkan keadaan, dia punya hati dan motivasi yang luar biasa.

Tuhan menjawab doa Neh lewat raja Artahsasta, jadi betul2 Neh diberikan kesempatan dan kuasa untuk melakukan apa yang dia inginkan. Wow! Doanya yang spontan pada waktu sedang berbicara dgn raja menunjukkan hatinya yang betul2 bergantung kepada Tuhan. Neh diberikan surat dan panglima perang! Wah, semangat sekali melihat cara Tuhan bekerja. Masalahnya adalah apakah hati kita sendiri yang peka, mau terlibat, dan mau melakukan yang terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s