My Life Has Changed

My life has changed since 8 November 2013. I and Joni adopted a cute baby boy on that day. We gave a special name for him. Owen Jansen Lie. The name means God has been gracious for giving us a young warrior. Lie is Family name of Joni. And we’re so grateful, God has answered our prayer. I have so many thing to write, but I don’t have enough time to write, since I must take care the baby alone. I still waiting for a maid. Until today (day 49), I’m so tired but it is worthy. I’m gonna post my experience in adopting and becoming a mom.

Apa yang anda pikirkan tentang adopsi bayi? Pendeta saya Budi Hartono dan Listiana yang juga telah mengadopsi seorang bayi perempuan yang tumbuh menjadi anak yang cantik sekarang, mengatakan bahwa adopsi adalah hal yang positif. Sayangnya di Indonesia, keluarga yang mengadopsi bayi agak cenderung menyembunyikan hal itu dari anak yang diadopsi, karena takut anaknya nanti akan meninggalkan atau tidak menyayangi mereka. Padahal di luar negeri, adopsi sudah sangat umum dan sudah menjadi hal yang positif. Memang, adalah hak orang tua adopsi apakah nanti mereka akan memberitahukan kepada sang anak atau tidak. Namun menurut aku, adalah hak seorang anak pula untuk mengetahui identitas diri mereka yang sebenarnya. Semua tergantung bagaimana cara kita mengasihi, memberitahukan, dan mengajari anak tersebut, itulah yang akan membuat sang anak merespon setelah mengetahui latar belakangnya. jika dari sejak dini kita sudah mengajarkan tentang adopsi secara positif, anak akan tumbuh dengan percaya diri dan tetap merasa dikasihi walaupun mengetahui dia bukan anak kandung kita.
Jadi, dengan keyakinan bahwa adopsi adalah sebuah hal yang positif dan aku dan suami memutuskan untuk adopsi. Alkitab juga menuliskan cerita tentang Musa dan Ester yang diadopsi, dan dua tokoh itu menjadi tokoh yang luar biasa di dalam sejarah kerajaan Israel. Dan, bukankah kita ini semuanya diadopsi secara rohani, diangkat menjadi anak-anak Tuhan?

Mengenang Ci Hanny

Suatu hari di pertengahan bulan Juni 2013.  Salah seorang teman di gerejaku, Susani, menghubungi aku.  Susani adalah salah satu orang yang aku sangat hargai.  Seorang wanita single yang mandiri, pengusaha, namun masih memberikan hati dan waktunya untuk memimpin sebuah grup wanita-wanita sebayanya (Precious Woman) di  Gereja (GKDI Jakarta).  Susani menceritakan tentang keadaan seorang saudari di gereja, yaitu Hanny.  Saat itu Hanny sedang bergumul dengan penyakit kankernya, dan sedang dirawat di RS Dharmais.  Kondisinya semakin menurun, dan hanya bisa berbaring di ranjang.  Dokter telah berkata tidak ada hal yang dapat dilakukan lagi, namun semangat hidup Hanny masih sangat besar.  Mungkin karena hal itulah, Hanny masih terus bertahan selama 4 tahun terakhir.  Ya, sejak awal tahun 2009, Hanny sudah divonis terkena kanker paru-paru stadium 3b.  Kemungkinan masa hidupnya tinggal 6 bulan saja kata dokter.  Namun kasih karunia Tuhan dan semangat hidup Hanny membuatnya terus berjuang hingga Tuhan memanggilnya kembali pada tanggal 13 September 2013.  Sebenarnya kondisi Hanny sudah kritis sejak akhir bulan Juni. Saat itu Hanny meminta Susani untuk bisa membagikan kisah hidup dirinya kepada banyak orang.  Jika dia meninggal, dia berharap perjalanan hidupnya dengan Tuhan dapat membawa keluarga dan teman-teman nya mengenal Tuhan juga. Susani kemudian meminta bantuan aku untuk menuliskan cerita hidup Hanny.  Sungguh aku terharu mendengar hal tersebut. Jadi beginilah, dengan segala keterbatasan waktuku, aku berusaha menyanggupi permintaan Susani. Cerita yang aku tuliskan (thanks to Helen Koe, yang telah membantu mengumpulkan sebagian cerita) tentu saja tidak selengkap kisah hidup dia sebenarnya, namun aku berusaha mengumpulkan cerita dari beberapa orang yang masih mengingat moment-moment dengan Hanny. Ternyata, kisah hidup Hanny tidak hanya membuatku belajar dari hidupnya, namun membuatku terkagum akan kasih karunia Tuhan. 

Nama yang sebenarnya adalah Indah Susanti Tjin.  Namun orang-orang biasa memanggilnya dengan nama Hanny. Lahir di Pontianak tanggal 14 Februari 1960, anak ke-4 dari 9 bersaudara.  Pada umur 17 tahun, Hanny merantau ke Jakarta mengikuti kakak perempuannya yang sudah merintis bisnis di sana.  Dia tinggal di rumah paman nya.  Tiga tahun kemudian, semua keluarganya pindah ke Jakarta, termasuk orang tuanya. Hanny pun tinggal bersama orang tuanya, namun tidak lama karena dia tidak tahan dengan papa dan mamanya yang sering bertengkar.  Akhirnya setelah cicinya menikah pada tahun 1982, Hanny juga pindah dan tinggal bersama keluarga cicinya. Dengan bantuan cicinya, Hanny mulai fokus untuk berdagang. 

Usia 25 tahun, Hanny berpacaran dengan seseorang dengan inisial H.  Hanya satu tahun berpacaran, mereka menikah di awal 1986 .  Anak pertamanya, Christopher, lahir di tahun yang sama.  Hanny berpikir kehidupan nya akan menjadi enak setelah menikah lantaran suaminya berasal dari keluarga yang berada. Namun ternyata kenyataan yang terjadi malah sebaliknya.  Pernikahan mereka baru berjalan satu tahun ketika suaminya mulai bergaul dengan teman nya yang tidak benar. Pulang malam, berjudi, dan menghabiskan uang dengan wanita lain, tiba-tiba menjadi kebiasaan buruk suaminya.  Hal itu terus berlangsung hingga mereka memiliki anak kedua, yaitu Grace.  Hanny berusaha untuk tetap bersabar dan berharap, demi anak-anaknya.  Namun suaminya tidak berubah walaupun chris dan grace menderita sakit asma.  Dengan keadaan seperti itu, Hanny menjadi sangat stress merawat anak-anaknya.

Tahun 1993, suaminya kalah dalam berjudi, dan tidak mampu membayar kekalahan nya tersebut.  Suaminya berniat kabur ke luar negeri bersama wanita simpanannya.  Hanny sering didatangin penagih hutang dan anaknya juga diancam akan diculik.  Saat itulah Hanny memutuskan untuk bercerai. Tujuh tahun pernikahan, terasa begitu menyakitkan untuk Hanny.  Namun dia harus mengambil keputusan untuk dirinya dan anak-anaknya, padahal di tengah kondisi Christopher (anak pertamanya) yang masih belum membaik dan sering menanyakan ayahnya. Akhirnya Hanny pergi dari rumah membawa kedua anaknya, dan menumpang di rumah cicinya. Namun dikarenakan cicinya tidak bisa menampung mereka semua, Christopher yang baru kelas 2 SD terpaksa dititipkan beberapa tahun di rumah mertuanya.  Hanya Hanny dan Grace yang tinggal di rumah cicinya.  

Sulit bagi Hanny untuk meninggalkan Chris.  Ketika Chris kelas 5 SD, Hanny pergi menjemput dia dari rumah mertua dan membawanya untuk tinggal bersama di daerah Jembatan Lima.  Setelah Chris lulus SD, mereka pindah lagi ke daerah Jelambar.  Hanny diberikan sebuah ruko oleh kakak iparnya untuk tempat tinggal mereka.  Mereka tinggal disana selama kira-kira 6 tahun, hingga Chris lulus SMA.

Dengan pengalaman hidupnya yang pahit, Hanny harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.  Dia menjadi orang yang ambisius dan fokus mencari uang.  Dia tidak pernah berpikir untuk mencari Tuhan.  Namun sebaliknya, ternyata Tuhan mempunyai rencana untuk Hanny.  Di pertengahan tahun 1998, Hanny berkenalan dengan seorang wanita bernama Melany sewaktu sedang membeli obat di apotik. Melany adalah seorang Kristen dan ingin bersahabat dengan Hanny.   Melany juga mengundang Hany untuk datang ibadah ke gereja.  Namun Hanny tidak mau datang dan malah menjadi curiga dengan niat Melany, karena Hanny tidak mudah untuk percaya lagi dengan orang lain.  Namun ketulusan kasih Melany akhirnya membuat Hanny ingin datang ke acara gereja.  Bahkan akhirnya Hanny mau diajak untuk belajar mengenal Alkitab. 

Pertemuan belajar Alkitab selalu diisi perdebatan antara Hanny dengan orang-orang yang mengajarnya.  Banyak orang yang membantu dia antara lain Natalia, Lili Citro, Liana hingga Lipin yang bergantian mengajar Hanny.  Namun tentu tidak mudah bagi Hany untuk percaya kepada Tuhan.  Apa yang dia rasakan tentang Tuhan adalah “jika betul Tuhan itu baik, kenapa hidup saya begitu susah?  padahal saya sudah bekerja keras.. ” itulah pertanyaan yang selalu ada di pikiran Hanny. 

Suatu hari seorang saudari membagikan sebuah ayat dari  

Yeremia 15:5-8 Beginilah Firman TUHAN: terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!

 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Ayat ini membuat Hanny sangat kaget dan mulai berpikir, mungkin selama ini dia terus gagal karena mengandalkan kekuatan nya sendiri, dan tidak pernah menaruh pengharapan kepada Tuhan.  Ayat ini sangat berkesan dan diingat oleh Hanny sampai akhir hidupnya.  Akhirnya setelah belajar Alkitab selama beberapa bulan, Hanny mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan Yesus, mau bertobat, dan dibaptis tanggal 21 Maret 1999.  Lahir baru memberikan hati yang baru dan pengharapan baru kepada Hanny, namun bukan berarti segala karakter dan kelemahan nya langsung berubah.  Hanny terus dibimbing oleh saudari-saudari di Gereja untuk membantu dia fokus kepada kehidupan sebagai Kristen yang baru.

Fase kehidupan Hanny selanjutnya diceritakan dalam bentuk testimonial dari orang-orang yang dekat dengan Hanny

Testimonial dari Tante Muchen, saudari di Gereja yang membimbing Hany di tahun pertamanya ketika dibaptis :

“Secara natural, Hanny itu orang yang emosional, tidak sabar, dan perfeksionis. Dalam bersahabat, dia tidak mudah untuk percaya sampai dia melihat orang itu betul-betul tulus.  Namun sebaliknya, dia sendiri pun jika mengasihi memang sangat tulus dan tidak perhitungan.  Saat-saat awal dia dibaptis, dia dibimbing sama Melany, kemudian diganti ke saya yang bimbing dia. Dia orangnya sangat bawel..  Dulu ketika saya sudah tinggal di Kelapa Gading dan mau bertemu dengan dia di Gajah Mada, dia akan mengantar saya pulang naik mobil ke Kelapa Gading.  Di sepanjang perjalanan itu, dia bisa curhat panjang lebar tentang keluarganya.  Saya berusaha untuk banyak mendengarkan, setelah sampai di Kelapa Gading barulah saya punya kesempatan untuk gentian bicara.  Tahun 2001 ketika dia sudah tinggal di Jelambar, dia selalu menawarkan tempatnya untuk tempat menginap bagi saudara/I dari GKDI Bandung yang datang ke Jakarta jika ada event.

Suatu hari ada anak dari kakak saya tidak pulang ke kosan nya di daerah Grogol, dan kami menjadi sangat kuatir karena tidak ada kabar. Waktu saya ceria ke Hanny, dia langsung mengajak saya pergi ke semua RS, dan masuk ke bagian UGD untuk mencari anak tersebut.  Hany berpikir jangan-jangan dia mendapat kecelakaan. Syukurnya anak tersebut hanya pergi ke puncak hahaha… “ (Tante Muchen via telepon, 7 Agustus 2013)

Testimonial dari Rita, saudari yang membimbing Hany ketika berada di group Single Pluit sekitar tahun 2001 – 2003 :

“Waktu saya membimbing Ci Hanny, dia orangnya sangat perhatian dan giving.  Walaupun saya masih single dan dia lebih berpengalaman dalam hidup, dia tetap rendah hati untuk belajar.  Waktu itu saya ngekost, dan sering diminta menginap di rumahnya di Jelambar.  Bahkan Grace anaknya meminta saya untuk tinggal, dan saya pernah tinggal 1 bulan bersama mereka.  Saya melihat dia begitu mengasihi anak-anaknya, terlepas dari cara dia yang terkadang agak keras terhadap mereka. Dia suka memasak dan sering mengajak kami makan bersama di rumahnya. Ketika saya menikah dan pergi honeymoon ke Bali, Ci Hanny sedang ingin pergi juga ke Bali untuk mengunjungi saudaranya yang baru melahirkan. Dia sangat giving, dari membantu mencarikan hotel yang bagus tapi murah, membawa kami jalan-jalan selama di Bali,  sampai mentraktir kami disana. Betul-betul sebuah kasih yang tulus dan tidak tanggung-tanggung.  Saya dan Fardi sampai merasa tidak enak…” (Agustus 2013)

Testimonial dari seorang saudara yang tidak ingin disebutkan namanya

“Sekitar tahun 2000, saya pernah meminta bantuan Ci Hanny untuk membantu saudara wanita saya.  Saat itu saudara saya sedang mengalami masalah yang berat karena dalam kondisi hamil dan berpisah dari suaminya. Ci Hanny punya empati yang sangat tinggi, akhirnya dia bersedia untuk menampung saudara saya selama satu bulan di rumahnya, dan membantu saudara saya untuk belajar alkitab. Akhirnya saudara saya menjadi Kristen.  Ini adalah sebuah kebaikan yang luar biasa.” (September 2013)

Testimonial dari Natalia, pembimbing Hani ketika di grup Single Pluit :

“Ci Hanny suka makan dan pintar masak. Semua masakannya sangat enak.  Kadang-kadang dia membawa makanan waktu ibadah pertengahan minggu untuk single-single yang baru pulang dari kantor yang belum makan. Dan dia selalu membawakan saya susu kacang dan juice jeruk buatan dia sendiri. Seseorang yang sangat memberi dan melayani. Kalau di dekat dia, kita tidak akan kehabisan makanan.  Di dalam tasnya selalu tersedia makanan kecil yang siap ia berikan.“ (Juli 2013)

Testimonial dari Sophie, saudari di grup PW :

Hanny itu selalu berani bicara apa yang benar.  Suaranya sangat bersemangat dan keras, sehingga bagi orang yang belum kenal dia, akan mengira dia galak atau marah. Dia sangat pintar, dalam menilai sesuatu dia memiliki analisa dan pertimbangan yang sangat dalam dan detail.  Dalam bergaul, dia sangat loyal dan mengasihi dengan dalam, bukan setengah-setengah. Saya sangat menghargai kesetiaan dia kepada Tuhan, dalam sakitnya dia semakin dekat dan bersungguh-sungguh mengasihi Tuhan. (Agustus 2013)

Testimonial dari Aling :

“Saya pertama kali kenal Hanny kira-kira tahun 2005 di gereja. Waktu itu saya ketemu Hanny di rumahnya di Jelambar. Saya tanya,“Ci, boleh gak kalo bulan puasa saya jualan di depan rumah cici?” Hanny langsung memperbolehkan saya menaruh meja jualan di depan rumahnya. Bahkan saya dikasih pinjam kunci pagar rumah, wanti-wanti jika nanti saya kepanasan, saya bisa agak masuk sedikit jualannya.  Saya juga boleh pakai air di rumahnya. Saya sangat bersyukur, Hanny betul-betul mau membantu dan mengasihi saya. Akhirnya saya berjualan kolak di depan rumahnya setiap bulan puasa selama 3 tahun.

Sifat suka membantunya juga tidak hilang hingga dia menderita kanker. Pada tahun 2012, ketika saya pindah rumah, dia pun ikut membantu.  Begitu dia datang membantu saya pindahan dan melihat keadaan rumah saya, Hani langsung memberi masukan, ini kotor, ini harusnya begini begitu. Waktu mama saya ulang tahun, Hanny pun masih ikut membantu membuat nasi tumpeng. Ini harus ditaruh disini, harus tambah ini tambah itu. Anything should be perfect di mata Ci Hanny.  Jika saya membuatkan dia susu kacang, dia akan bicara terus terang.  Enak dia bilang enak, ga enak dia bilang ga enak.  Dia tidak memilih untuk bilang lumayan.

Setiap kali saya jenguk dia di rumah sakit, dia pasti mengingatkan saya, “Ling, kamu boleh kerjain apapun. Tapi yang paling penting, kamu jangan lupa berdoa dan quiet-time (saat teduh). Minta selalu sama Tuhan supaya apapun yang kamu lakukan tidak sia-sia.”  Hanny selalu berusaha untuk bisa doa dan membaca firman dengan keterbatasannya. (Agustus 2013)

Hubungan Hanny dengan keluarganya

Hanny selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anaknya, dan tidak mudah menyerah.  Dari sejak bekerja di toko saudaranya atau jualan baju sampe dia bolak balik ke Hongkong, dia lakukan dengan sepenuh hati demi memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mereka sudah beberapa kali pindah-pindah rumah.  Dia juga sangat tegas dalam mengajari anak-anaknya, sehingga kadang terlihat terlalu mengatur dan emosional di depan mereka. Karena terlalu bekerja keras, Hany kadang lupa untuk bergantung kepada Tuhan dan bersekutu dengan teman-teman di gereja.  Dia menjadi lebih fokus kepada pergumulan dia dalam pekerjaan dan mengasuh anaknya. Mungkin karena terlalu kuatir dan stress, Hany menjadi sering sakit. Rina adalah seorang saudari yang memperhatikan Hany dari sejak tahun 2007.  Saat itu Hany sering mengeluhkan sakit di pinggangnya dan sering masuk angin.  Dia mengatasinya dengan pergi ke tempat pijat dan minum obat penahan sakit. 

Divonis Kanker

Pada awal tahun 2009, Hanny memeriksakan dirinya di RS husada, dan dia dideteksi terkena kanker paru stadium 3B.  Dia pergi bolak balik ke Penang untuk menjalani kemoterapi dan terapi radiasi disana.  Hanny melewati masa-masa yang sangat menderita terutama pasca kemoterapi, tubuhnya menjadi sangat kurus dan rambutnya rontok.  Namun di masa-masa itulah Hanny berusaha mendekatkan diri lagi dengan Tuhan.  Di saat-saat kesakitan dia selalu berdoa kepada Tuhan dan membaca ayat Firman.  Mau tidak mau, kepada Tuhan saja Hanny berharap untuk disembuhkan, dan untuk beriman tetap mengasihi Tuhan dalam kondisi apapun.

Testimonial dari Rina

Setelah mengetahui kisah hidup Ci Hanny yang tidak mudah, banyak sekali kepahitan dan kekecewaan dalam hidupnya, saya mulai mengerti mengapa dia menjadi begitu independent dan keras dengan hidupnya. Saya bersyukur sekali bisa mengenal dia, seorang wanita yang begitu peduli dengan teman-temannya, penyayang dan sangat melayani terutama dalam memberikan makanan yang dia buat sendiri. Walaupun saya menjadi pembimbing Ci Hanny tapi saya merasa begitu dikasihi oleh Ci Hanny, hubungan kita menjadi semakin dekat seperti kakak dan adik, dan dia mengatakan pada semua orang kalau saya adalah “adik kesayangannya.” Ci Hanny pada saat itu tidak dekat dengan keluarganya karena merasa tidak enak selalu menyusahkan keluarganya, dia merasa banyak kegagalan dalam dirinya.  Ci Hanny kelihatan begitu kuat diluar tapi ternyata dia begitu rapuh di dalam hatinya. Dia mudah sekali menangis kalau menceritakan tentang dirinya dan masa lalunya. Dia sangat membutuhkan kasih sayang dari teman-temannya, makanya sering kali dia menjadi teman yang sangat “posesif”. Oleh karena itu dia selalu bilang “Rin, tolong ingatkan kalau saya mulai terlalu posesif dan mengatur ya…” Bagi saya dia adalah loveable cici…                                                               

Selama satu tahun dia tinggal bersama dengan saya di apartemen saya, dari sebelum dia sakit sampai dia sakit. Ci Hanny memberikan warna yang  berbeda dalam hidup saya dan adik saya. Karena adik saya dan saya sibuk jadi seringkali kita ketemu Ci Hanny di malam hari. Saya bisa ngobrol dengan Ci Hanny sampai tengah malam karena begitu banyak cerita yang dia mau ceritakan sampai-sampai seringkali saya tertidur karena sudah jam 2 pagi hahaha… Tetapi saya selalu antusias mendengarkan cerita yang ingin dia sampaikan. Banyak nasehat-nasehat yang dia sampaikan kepada saya. Dia selalu bilang,”Belajarya Rin dari pengalaman hidup saya yang buruk.”            

Alternative Pengobatan yang dilakukan

Kanker yang dia alami ternyata tidak bisa sembuh total.  Hanny juga tidak mampu untuk meneruskan kemoterapi karena tidak tahan dengan kesakitan yang harus dia tanggung lagi. Tahun 2010 dilakukan bone scan dan ternyata kankernya sudah menyebar ke tulang. Dokter menvonis umurnya hanya mampu bertahan hingga 6 bulan lagi.  Namun itu tidak membuat Hanny menyerah, dia selalu percaya kalau Tuhan akan membantu penyembuhan dia. Akhirnya dia mencoba berbagai pengobatan alternative di Tradisional Chinese medicine, terapi sinar, minum supplement, dan mengatur pola makan. Semangat hidupnya tidak luntur, dia masih memiliki banyak cita-cita dan bahkan keinginan untuk jalan-jalan jalan ke luar negeri.

Banyak waktu terbuang untuk menyembuhkan diri, Hanny juga ingin sekali lebih dekat dengan kedua anaknya. Tahun 2011 Hanny mengajak anaknya tinggal bersama.  Memang cara Hanny mengasihi anak-anaknya terkesan terlalu mengatur, padahal anaknya telah bertumbuh dewasa.  Banyak konflik dan tantangan yang terjadi dalam hubungan mereka. 

Bergabung dalam Group Precious Woman

Dari sejak tahun 2010, Hanny sudah mulai mengikuti kegiatan di group Precious Women di Gereja.  Dia sangat bersemangat saat itu dalam event menjual baju-baju untuk disumbangkan untuk misi gereja.  Ami, seorang saudari yang dulunya kurang begitu suka dengan Hanny, mulai menjadi lebih dekat dengan Hanny.  Ami mengingat ketika di akhir Desember 2011, Ami dan Ling Ling mengantar Hanny ke RSCM.  Saat itu kondisinya kurang bagus.  Susani segera menawarkan Hanny untuk tinggal di rumah Susani.  Akhirnya Hanny tinggal di rumah Susani selama satu tahun.  Hanny resmi bergabung di group PW sejak awal 2012.  Sejak saat itu, banyak teman-teman di group PW yang terlibat membantu Hanny dan membantu kerohanian dia. 

Testimonial dari Susani

Saya sangat bersyukur bisa mengenal Hanny lebih dekat sejak dia tinggal di rumah saya sejak Desember 2011 sampai 2012. Pada saat itu pun, tidak mudah bagi dia untuk setuju tinggal bersama saya. Dia itu bukan orang yang ingin menyusahkan orang lain walaupun sedang sakit. Kondisinya kurang bagus ketika tinggal di apartment bersama anak-anaknya. Sebenarnya Hanny ingin punya lebih banyak waktu bersama anak-anaknya.  Namun pada kenyataan nya, anak-anaknya sibuk bekerja dan Hanny lebih sering sendirian di apartment, sedangkan dia juga harus memasak dan memenuhi kebutuhannya sendiri.  Akhirnya saya menjemput dia di RSCM dan membawa dia ke rumah saya.

Selama dia tinggal di rumah saya, saya dan teman-teman group di Precious Woman (PW) bersyukur dapat merangkul dia lebih dalam lagi. Dia akhirnya memiliki komunitas dimana dia bisa share banyak hal dan bertumbuh di dalam imannya. Dia merasa begitu enjoy dan dikasihi. Bahkan bisa dibilang, dia lebih dekat dengan komunitas PW daripada dengan keluarganya sendiri. Dia sendiri juga menjadi suatu contoh yang luar biasa bagi kami, karena di dalam sakitnya, dia tetap peduli pada anggota-anggota group.  Ada saat ketika kondisi fisiknya kuat, dia masih bisa pergi bersama-sama grup untuk mengunjungi orang yang sakit, atau yang sedang kesulitan.

Sejak bergabung di group PW, Hanny juga menjadi lebih semangat.  Dia menjadi lebih real, ada sukacita, dan selalu berusaha berpartisipasi dalam kegiatan semampu dia. Banyak doa-doanya yang dikabulkan Tuhan. Tuhan menggunakan perjalanan hidup Hanny untuk memperlihatkan kasih karuniaNya yang begitu besar.  Hanny adalah seorang biasa yang banyak pergumulan, namun dia tetap bisa merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup dia. Saat-saat terakhir dia, kami sangat bersyukur melihat dia terus berusaha menyiapkan hatinya untuk bertemu dengan Tuhan.

Hanny terus bertumbuh dalam imannya kepada Tuhan. Saya sering mendengar pagi-pagi dia sudah bangun, kemudian menyanyi dan berdoa kepada Tuhan. Sebagai orang yang sehat, saya benar-benar tersentuh. Ini adalah suatu hal yang luar biasa dari pertumbuhan imannya. Di dalam sakitnya, dia masih tetap memuji dan memuliakan Tuhan.

Meskipun dia sakit dan tidak berdaya, namun seorang Hanny tetaplah seorang Hanny. Dia pun masih merupakan orang yang independent. Segala sesuatu ada aturannya dan ada caranya. Aturan yang dia buat dengan standard-nya yang tinggi. Masaknya harus begini, cucinya harus seperti ini. Seringkali dia juga tidak mau makan makanan yang ada di rumah saya dan akhirnya dia memasak makanan untuk dia sendiri yang sesuai dengan standard-nya. Ujung-ujungnya dia jadi kerja sendiri juga. Terkadang, hal semacam inilah yang bikin saya nyeletuk dalam hati, ini orang gak mau makan, entar dia bisa mati bukan karena sakit kanker-nya, tapi karena malnutrisi.  Dia juga menyesal karena tidak menjadi ibu yang baik dan benar untuk kedua anak-anaknya.  Namun Hanny  terus berdoa, keinginan terbesarnya adalah anak-anaknya juga bisa menjadi seorang Kristen yang sungguh-sungguh. Doa Hanny dikabulkan oleh Tuhan, pada tahun 2012 Christopher dibaptis menjadi seorang Murid Yesus. 

Hanny juga ingin lebih dekat dengan keluarganya dan terlebih lagi, ia ingin supaya keluarganya juga dapat dimenangkan. Melihat kecenderungan Hanny yang tidak mau makan dan mau segala sesuatu berjalan dengan standard-nya, saya merasa sudah saatnya Hanny kembali ke keluarganya dan merasakan perhatian dari keluarganya. Awalnya Hanny tidak mau karena dia merasa sudah terlalu banyak merepotkan keluaraganya. Akhirnya, kami memutuskan untuk bicara dengan keluarganya. Saya berpikir merekalah yang perlu tahu mengenai keadaan Hanny dan apa yang dia butuhkan. Keluarganya senang dan Hanny akhirnya tinggal di rumah adiknya, Susan.  Christopher sudah terlebih dahulu tinggal di sana dan akhirnya Chris yang banyak mengurusi mamanya. Hanny yang tadinya berjuang untuk lebih dekat dengan keluarganya, diberkati Tuhan dengan perhatian dari anak-anaknya dan saudara-saudaranya di akhir hidup dia.  Sebuah hal yang dulu dia impikan, diberikan oleh Tuhan ketika dia sudah berserah total.

Testimonial dari Christopher

Bagi aku, mami adalah sesosok orang yang tegas. Kalau dia bilang A ya A, B ya B. Tidak bisa berubah-ubah. Seseeorang yang keras dan tidak suka dibantah. Tetapi, selama sakitnya, mami adalah orang yang sabar. Yang bikin aku kagum, dia enggak pernah mengeluh. Sesakit apapun yang dia rasakan, dia tidak pernah mengeluh. Meskipun dia butuh apa-apa di malam hari, dia tidak pernah bangunin anaknya. Dia tidak pernah bangunin aku. Tetapi karena aku orangnya sentisif terhadap suara, jadi begitu ada suara sedikit, aku pasti langsung bangun. Dan aku langsung tanya, mami ada butuh apa.

Kalo mami udah gak tahan, dia paling cuma bilang, “Mami sakit banget. Mami udah tidak tahan.” Tapi tidak pernah sekalipun dia teriak-teriak mengeluh tentang penyakitnya. Mami adalah orang yang sangat tegar dan kuat. Padahal dia yang sakit, tetapi malah dia yang kuatin anak-anaknya. Dia juga menguatkan orang-orang yang datang menjenguk dia. She is the best mom ever. Dia adalah orang yang sangat kuat. Dia diam bukan berarti dia enggak merasa sakit, dia kesakitan banget dan aku tahu itu. Hanya saya dia memilih untuk tidak mengeluh.

Meskipun dia sering marahin aku, tapi aku tahu sebenernya mami care banget sama aku. Dia kuatir sama aku. Sampai aku harus bilang sama mami, “Mi, gak usah kuatir sama aku.” Dia enggak kuatir sama Grace, dia sangat kuatir sama aku.

Aku masih ingat, di malam terakhir mami sebelum meninggal, mami masih suruh aku untuk habisin kue karena dia bisa habisin semuanya. Aku kan pulang kerja udah malem dan mami udah tidur sebenarnya, tapi dia bangun cuma untuk suruh aku habisin kue.

Aku juga bersyukur aku masih bisa kasih waktu buat mami di saat-saat terakhirnya. Aku masih bisa kerja freelance dan masih bisa bantu mami juga. Aku senang bisa menemani mami di saat-saat terakhirnya, karena memang cuma itu yang bisa aku berikan buat dia.

 

Kesan pribadi dari aku sendiri tentang Hanny

Hanny adalah seorang single parent yang tangguh dan tidak mudah menyerah dengan keadaan.  Semua orang yang mengenal dia akan mengenalnya sebagai seseorang yang berambisius, namun juga giving dan mau peduli kepada orang lain. Dalam kesakitan yang dia derita, justru dia melihat banyak mukjizat yang Tuhan berikan.

Aku mengunjungi Ci Hanny terakhir kali waktu sebulan sebelum dia meninggal. Saat itu dia kelihatan segar, tersenyum dan dia bisa bicara cukup banyak.    Kadang-kadang ada cerita hidupnya yang dia sudah lupa (obat-obatan yang dia minum berefek kepada daya ingatnya) namun dia masih bisa bikin joke yang menjadi ciri khasnya. Dia merasa sangat bersyukur kepada Tuhan, karena lewat sakitnya itulah dia bisa menjadi lebih dekat dan bergantung kepada Tuhan.  Dia juga merasa bersyukur karena di akhir hidupnya dia merasa lebih dekat dengan anaknya dan dengan keluarganya. 

Ketika saya mengumpulkan cerita ini, saya tersentuh melihat bagaimana Tuhan bekerja lewat hidupnya. Hanny bukan seorang yang sempurna, dia memiliki banyak kelemahan yang sangat dia sadari.  Aku dapat melihat begitu luar biasa kasih Tuhan di dalam hidup Hanny.  Dari seseorang yang keras, diubahkan menjadi berserah dan beriman.  Dari seseorang yang pahit, diubahkan menjadi damai dan sukacita.  Dari seseorang yang merasa gagal, diberikan kesempatan untuk membuat akhir hidupnya menjadi berarti dan menjadi inspirasi untuk banyak orang.

Mazmur 116:15 Berharga di mata Tuhan, kematian semua orang yang dikasihiNya.

Tanggal 13 September 2013 di pagi hari, Ci Hanny menghembuskan nafas terakhirnya di rumah adiknya (Usia 53 tahun).  Kami semua bersedih karena kehilangan seseorang yang special dan kami kasihi.  Namun aku tahu, bahwa Tuhan lah yang paling mengasihi Hanny, dan Hanny telah berpulang ke tempat terbaik yang disediakan Tuhan baginya. Selamat jalan Hanny… we love you and we’ll never forget you.

 

~ Memperingati 100 Hari Kepergian Ci Hanny (22 Desember 2013) ~

 

Trip to Sumatera Utara 23-27 Januari 2013

PARAPAT – TOBA – SAMOSIR

Finally kesampaian juga ke danau toba! (hampir ga jadi karena beberapa hari sebelumnya kompleks rumah kami kena banjir di Jakarta, thank God kami bisa pergi untuk merayakan anniversary pernikahan kami ke 5). 

And this lake is actually very huge… panjang sekitar 100 km dan lebarnya 30km waoww…. inilah danau terbesar di Asia Tenggara. Dari tempat aku menginap sekarang, Toledo Inn di Kampung Tuk Tuk di pulau Samosir, memandang danau seperti memandang ke lautan luas yg tak berujung. Ciptaaan Tuhan yang luar biasa!

Sejauh mata memandang, tidak kelihatan ujung dari danau toba

Sejauh mata memandang, tidak kelihatan ujung dari danau toba

Perjalanan dimulai dari bandara Polonia Medan jam 8 pagi. Kami memakai jasa Narasindo Tour untuk mengantar kami ke Parapat. Pak Saito, sopir sekaligus guide kami, ternyata orang Jawa, tapi menguasai seluk beluk sumatera utara karena lahir di sini. Karena kami belum sarapan, Pak Saito membawa kami ke rumah makan Tabona di jl mangkubumi. Tempatnya tidak terlalu besar, namun cukup ramai. Ada 2 menu yg ditawarkan, kari ayam atau sapi dengan bihun atau nasi, dan mie pangsit. Kami pesan kari ayam bihun dan mie pangsit. Total harganya 47rb. Rasanya lumayan.. Katanya ini salah satu rumah makan kari yang terkenal di medan. Gagal deh food combining ku hri ini, karena biasanya aku selalu makan buah untuk sarapan. Mudah2an perutku ga protes hehehe.. Katanya orang Medan punya kebiasaan makan berat utk sarapan, makan kari atau soto. Wah…(ga mau ikutannn..)

Habis sarapan, kami langsung tancap gas menuju Parapat, supaya bisa keburu ngejar/ naik kapal fery jam 2. Perjalanan dari kota Medan menuju ke arah selatan melewati Tebing Tinggi, perkebunan karet PTPN yang sangat luas, hingga ke Pematang Siantar. Sopir membawa kami ke toko Paten yang menjual cemilan kacang-kacangan. Uniknya, nama makanan nya lucu banget. Ada Tang-Tang, Ting-Ting, Tung-Tung, Teng-Teng, dan Tong-Tong. Satu pak harganya 20rb. Kami beli 1 paket berisi 8 jenis kacang, harganya 160rb. Untuk oleh-oleh saja…

Setelah makan siang di sebuah restoran padang, kami segera melanjutkan perjalanan. Kami pun tiba di Parapat jam 2 kurang, pas ketika kapal fery sedang menuju dermaga Parapat. Wah… langsung kagum melihat pemandangan danau toba dari dermaga Parapat. Namun sayangnya, keadaan perkampungan di sekitar Parapat kelihatan agak semrawut, dan memang diakui juga oleh sopir kami, hal ini yang tidak serius dirapikan dari sejak dulu. Jalanan yang rusak, rumah-rumah penduduk yang agak kumuh, dan penjual vcd yang suaranya berisik banget… membuat kami tidak betah menunggu di dermaga.

Ada 2 kapal fery, tapi hanya satu yang beroperasi, karena penumpangnya tidak terlalu banyak. Kapal ini bisa memuat sekitar 20 mobil. Biaya penyebrangan 90rb per mobil, kata sopir. Ada beberapa orang berjualan telur, dan beberapa anak yang meminta para penumpang untuk melempar koin ke danau. Anak2 disini pada pintar lompat indah dan renang…

Seorang anak sedang terjun ke danau untuk mencari koin yang dilempar pengunjung

Seorang anak terjun ke danau untuk mencari uang koin yang dilempar pengunjung

Sungguh damai rasanya di atas kapal fery menyusuri Danau Toba hingga ke Samosir.  Ujungnya hampir tidak kelihatan, airnya biru seperti laut, namun rasanya tawar.  Pemandangan bukit hijau di sekeliling danau sangat indah. Perjalanan sekitar 45 menit tidak terasa lama, malah rasanya masih kurang lama untuk menikmati pemandangan danau ini. Pulau Samosir, yamg terletak di tengah-tengah danau,  juga berukuran sangat besar, dengan perbukitan hijau yang meneduhkan. Cuaca langit yang cerah membuat mata ini benar-benar dipuaskan.

Pulau Samosir

Pulau Samosir

Feri mendekat ke dermaga samosir

Feri mendekat ke dermaga samosir

Dermaga di Samosir

Dermaga di Samosir

Kapal berlabuh di dermaga Kampung Tomok. Situasi di dermaga ini juga mirip seperti di Parapat, agak kurang rapi. Tidak jauh dari dermaga, ada sebuah situs Makam Raja Batak yang terbuat dari batu, yang usianya sudah ratusan tahun.  Raja Batak adalah sebutan untuk leluhur/ nenek moyang orang Batak yang dihormati, jadi bukan dalam arti kerajaan. Di sini juga terdapat toko-toko souvenir.

Setelah itu kami melewati Kampung Ambarita. Di sini kami melihat peninggalan sebuah kampung kecil yiatu Huta Siallagan.  Kampung ini dikelilingi tembok batu tersusun rapi setinggi 2mtr. Terdapat beberapa rumah adat Batak yang sudah berusia ratusan tahun. Rumah adat ini berbentuk rumah panggung, dengan bagian bawah biasanya dipakai untuk kandang hewan peliharaan.  Jadi kalau mau masuk, kita harus naik tangga di bagian tengah depan. Di dalam nya tidak ada sekat, hanya ada beberapa perabotan dan tungku untuk memasak.  Agak sempit juga, gimana ya jaman dulu 1 rumah begini bisa dihuni oleh hingga 4 keluarga.

Huta Siallagan - kampung ambarita

Rumah Adat Batak

Rumah Adat Batak

Di tengah kampung terdapat sebuah pohon besar, lalu ada juga 2  kelompok susunan kursi dan meja yang terbuat dari batu.  Kelompok batu pertama disebut Batu Kursi Pengadilan, inilah tempat pertemuan raja-raja dan untuk memutuskan suatu perkara kejahatan. Kelompok batu kedua digunakan untuk eksekusi mati (pemenggalan kepala) bagi penjahat yang sudah diputuskan.

Batu Kursi Persidangan

Batu Kursi Persidangan

Dari Ambarita, kami melanjutkan ke Kampung Tuk Tuk.  Di sinilah hotel tempat kami menginap, di Toledo Inn.  Ternyata banyak sekali rumah penduduk di sekitar hotel ini yang disewakan sebagai Guest House. Kabarnya banyak turis Eropa yang senang berlibur lama-lama di Samosir, sehingga bisa tinggal di guest house yang lebih murah. 

Kamar hotel Toledo Inn fasilitasnya hanya spring bed standar, meja, tv, dan kamar mandi. Kamar bahkan tanpa AC karena udaranya sudah cukup dingin.  Namun kami bisa melihat pemandangan toba di depan kamar.  Akhirnya kami menghabiskan sore dengan menfoto pemandangan di sekitar hotel. Kalau mau nyobain berenang di air danau, bisa juga… karena hotel memiliki kolam renang yang airnya menyatu dengan danau.  Banyak ikan2 kecil di tepi danau.

Hotel Toledo Inn

Hotel Toledo Inn

Tepian Hotel Toledo Inn

bridge @ Toledo Inn

bridge @ Toledo Inn

Pemandangan yg romantis dan udara yang segar membuat banyak wisatawan menginap disini. Sebagian besar turis luar yang datang berasal dari Eropa, terutama Belanda dan Denmark. Setelah itu, baru disusul oleh turis dari Malaysia. Sekian laporan di hari pertama, happy bisa menikmati danau toba.

PARAPAT – SIMALUNGUN

Hari kedua trip kami… sarapan dari hotel diberikan pilihan roti bakar, nasi goreng, atau mie goreng. Aku bertanya,apakah ada buah potong? Dan katanya ada. Kita memilih buah potong dan roti bakar. Lumayan… tidak terlalu berat. Jam 9 kami harus check out, karena mau naik fery jam 10. Enggan rasanya meninggalkan Toledo inn, tapi sopir mengatakan kami akan melihat pemandangan Toba dari arah bukit yang lain. Karena perjalanan kami ke arah Brastagi akan mengelilingi bukit di sekitar Toba. Dan ternyata memang benar. Setelah menyebrang ke Parapat, rute kami menanjak naik ke bukit yang lebih tinggi. Jalan nya sangat kecil dan agak berbahaya. di sebelah kanan bukit yang beresiko longsor terutama jika di musim hujan, di sebelah kiri jurang dengan view danau toba. Kami berhenti di beberapa titik untuk mengambil foto toba dari sisi yang berlawanan dengan sisi parapat dan samosir. Banyak sekali view yang indah di sepanjang perjalanan. Inilah beberapa foto Danau Toba yang kami ambil dari feri dan bukit-bukit yang mengarah ke Simar Jarunjung (salah satu bukit tertinggi, suhunya dinginnn bangettt)

Toba view

Toba view

toba5

toba view

toba view

toba view from SimarJarunjung

toba view from SimarJarunjung

Kami berhenti sebentar di Bukit SimarJarunjung untuk merasakan dingin nya hawa…brrr…. hanya 10 menit saja kami bertahan lalu segera masuk mobil dan melanjutkan perjalanan hehehe…

Melewati daerah Pematang Purba Simalungun, kami singgah di Rumah Bolon. Rumah Bolon ini adalah rumah adat Batak yang dulu dipakai oleh Raja-Raja Purba dan keluarganya.

Rumah Bolon Pematang Purba

Rumah Bolon Pematang Purba

Rumah Bolon

Rumah Bolon

rumah bolon3

Di dalam rumah Bolon hanya ada sedikit perabotan dan tungku perapian

Tungku perapian

Tungku perapian

Di bagian dalam Rumah Bolon, ada 12 tungku untuk tempat memasak. Menurut cerita rakyat, setiap tungku digunakan oleh satu istri raja. Pada jaman Raja Purba XII, raja memiliki 12 istri yang tinggal di dalam 1 rumah.   Para istri raja hanya tidur di atas selembar tikar yang digelar di sisi perapian. Satu dapur dengan dapur lainnya tidak memiliki sekat. Raja sendiri hanya memiliki satu kamar tidur sempit dengan selembar tikar di dalamnya. Bila sang raja ingin bersama salah satu istrinya, dia akan meminta ajudan nya memanggil sang istri tersebut untuk datang ke kamar raja. Namun pada jaman Raja Purba XIII, raja hanya beristri satu orang, karena beliau sudah menganut agama kristen.

AIR TERJUN SIPISO – PISO

Next destination : air terjun Sipiso-piso. Lama perjalanan dari Parapat ke air terjun ini sekitar 3 jam (mungkin karena banyak berhenti yaa). Air terjun ini terletak di kabupaten Karo, sudah bukan Toba lagi. Tapi dari parkiran mobil kita bisa melihat 2 pemandangan sekaligus; danau toba di sebelah kiri, dan air terjun di sebelah kanan. Keren banget!

Danau Toba masih bisa terlihat dari air terjun Sipiso-Piso

Di sebelah kiri kita bisa melihat Danau Toba

Air Terjun Sipiso-piso

di sebelah kanan kita bisa melihat Air Terjun Sipiso-piso

Air terjun ini bentuknya sangat runcing seperti pisau, air dari puncak langsung jatuh ke dasar. Ketinggian nya sekitar 120mtr. Jika kita mau turun hingga ke dasar air terjun ini, butuh waktu 45menit utk menuruni ratusan anak tangga. Turun nya mungkin ga terlalu berasa, tapi waktu balik/naiknya butuh waktu dua kali lipat, karena butuh tenaga extra. Akhirnya kami cuma turun ke sepertiga perjalanan saja hanya untuk mengambil view sampai ke dasarnya. Pemandangan yg indah, sayang banyak sampah di anak-anak tangganya. Padahal, menurut saya sangat mudah untuk menaruh tong sampah di situ supaya orang tidak sembarangan membuang bungkusan makanan.

sipiso piso2

seger ya kalo bisa turun ke bawah dan nyobain airnya…

tangga sipiso piso

tangga sipiso piso

BERASTAGI

Setelah satu jam di air terjun, kami lanjut ke tujuan terakhir, Berastagi. Dari danau kita pergi ke gunung. Berastagi ini merupakan wilayah Batak Karo,  udaranya lebih dingin daripada di Toba.

Hotel Sinabung Hills. Kamarnya lebih bagus dibandingkan di parapat, ranjangnya juga lebih empuk, dan makan malam juga lebih banyak menu dan lebih enak. Hotel ini juga memiliki kolam renang dan taman2 yang tertata rapi. Namun kekurangan nya adalah view gunung sinabung dan gunung sibaya tertutup banyak pohon.

Sinabung Hills Hotel

Sinabung Hills Hotel

sinabung2

DAY 3 – BERASTAGI KE MEDAN

Bangun jam 6.30 pagi dan rasanya mau tetap tenggelam di dalam selimut karena udara yang sangat dingin, namun ketika kami keluar ke balkon kamar utk melihat pemandangan pagi, Joni langsung mengambil kamera dan memotret. Paduan sinar matahari pagi, pegunungan sinabung, selimut awan putih, dan pepohonan cemara sungguh mengagumkan. Aku langsung teringat kpd pemazmur yg berkata “langit menceritakan kemuliaan Allah…” kami segera mengambil waktu utk berdoa memuji kebesaran Tuhan.

Sunrise view from Hotel Sinabung

Sunrise view from Hotel Sinabung

Sehabis sarapan, kami naik ke kawasan yang lebih tinggi hanya berjarak 10 menit dari hotel, namanya Bukit Gundaling. Dari bukit ini, kami bisa menikmati pemandangan kota brastagi dan Gunung. Di satu sisi kami melihat Gunung Sinabung, di sisi yang lain ada Gunung Sibaya. Gunung Sibaya kelihatan lebih dekat jaraknya drpd Sinabung. The view is amazing. Udara dingin terbayar dengan melihat pemandangan ini.

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung

Gunung Sibaya

Gunung Sibaya

Dari Bukit Gundaling, kami turun ke kawasan Pasar Buah Berastagi. Buah2nya sungguh menggiurkan.. jeruk dengan berbagai ukuran, wortel, salak, kesemek, manggis, alpukat, dan mangga mungil… aku tidak menemukan buah impor disini (udah melimpah boo..) Duh, berharap di pasar-pasar di Jakarta bisa dibanjiri buah lokal seperti di pasar brastagi ini…biasanya kalau sudah sampai Jakarta, harganya sudah mahal dan buahnya sudah jelek.

Pasar Buah Berastagi

Pasar Buah Berastagi

Setelah belanja jeruk, kami turun ke kota Berastagi. Ada 2 bangunan unik yang kami kunjungi di sini. Pertama adalah Gereja Katolik St Fransiskus, yang arsitekturnya menyerupai rumah adat batak,dan masih terdapat tanduk kerbau di ujung2 atapnya. Kebetulan sedang ada acara pernikahan, sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam.

Gereja St Fransiskus

Gereja St Fransiskus

Tempat kedua adalah Taman Alam Lumbini. Selain taman bunga yang asri terdapat disini, bangunan utamanya adalah vihara untuk umat budhis, yang dibangun bergaya Myanmar. Bangunan ini sangat ngejreng karena semua dinding luarnya dicat warna kuning emas. Ditambah sinar matahari yg terik, joni kesulitan utk memotret bangunan ini dari luar, karena sangat silau. Vihara ini ramai dikunjungi oleh umat budhis dari Medan, terutama jika ada acara perayaan.

Vihara di Taman Alam Lumbini

Vihara di Taman Alam Lumbini

Taman Alam Lumbini

Taman Alam Lumbini

Kami melanjutkan perjalanan ke Medan melalui Sibolangit. Perjalanan ini agak membuatku pusing. Jalannya berkelok-kelok dengan tikungan patah menuruni tebing, untunglah sopir kami sudah menguasai jalanan dan menyetir dgn cukup ahli.

MEDAN

Sore harinya kami sampai di Medan.  Sebelum kembali ke hotel, Sopir membawa kami mampir di sebuah gedung unik di Taman Sakura Indah, sebuah Gereja Katolik dgn arsitektur seperti kuil di india. Graha Maria Annai Velangkanni. Exterior maupun interior penuh dgn berbagai ornamen yang diambil dari cerita kitab suci. Cerita penciptaan hingga diusirnya adam dan hawa, dan cerita penyaliban Yesus. Gereja ini diresmikan pada thn 2005. Semua warna dan bentuknya memiliki arti tersendiri. Cukup unik, namun aku kurang tertarik dengan cerita peristiwa2 supranatural seputar pembangunan gedung ini, yang dibagikan lewat flyer.

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni

Kami juga mengunjungi Istana Maimun. Bangunan bersejarah ini merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang didesain oleh arsitek Negeri Pizza dan selesai pada 25 Agustus 1888 M di masa kekuasaan Sultan Deli, Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun sendiri adalah putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan. Desain nya cukup unik, karena merupakan perpaduan antar budaya Islam dan Eropa.

Istana Maimun peninggalan Kerajaan Deli

Istana Maimun peninggalan Kerajaan Deli

 KULINER MEDAN

Kami menginap di hotel swiss belinn di jalan surabaya. Alasan nya supaya gampang untuk cari chinese food di Jalan Semarang dan Selat Panjang. Tapi kami kurang puas menginap di hotel ini, karena tidak ada sistem kedap suara.. area lobinya mempunyai void hingga lantai atas. Malam pertama aku ga bisa tidur karena bisa mendengar suara orang berjalan, bahkan bunyi printer dotmatrik dari lantai lobby (padahal aku di kamar lantai 7). Akhirnya malam kedua kami minta pindah ke lantai 9 dan kamar yang pojok, yah lumayan lebih tenang.

Dari pintu belakang hotel, kami langsung bisa menemukan berbagai chinese food di Jln Selat Panjang. Jalan SP ini kecil, karena semua yang jualan mengambil sisi tepi jalan. Situasinya mirip seperti di Pasar Pluit yang menjual makanan Medan di malam hari.  Berbagai chinese food (non halal) yang bisa dipilih seperti Nasi Hainam, Bakmie Tiong Sim, bubur, Bakmi Hokkien, Es campur, bakpao, kue2, dan martabak. Kami mencoba Nasi Ayam SP 10 dan bakmie Tiong Sim. Lucunya, harga kedua makanan sama 26rb/porsi (janjian kali yah?). Bakminya enakk. Nasi ayam biasa saja.

Bakmi Tiong Sim di Jalan Selat Panjang

Bakmi Tiong Sim di Jalan Selat Panjang

Mie Hokkien ini juga ramai, namun kami sudah kenyang hehehe...

Mie Hokkien ini juga ramai, namun kami sudah kenyang hehehe…

Martabak Piring Murni

kalo nyobain Martabak Piring Murni masih bisa lah… cara bikin nya unik, pakai piring..

Hari ke 4, kami sudah membuat janji utk bertemu teman lama, Kosyono dan Lena. Mereka teman satu grup kami ketika masih sama2 di grup kampus GKDI. Mereka mengajak kami makan siang di 31 Pare House di kompleks Cemara Asri. Menu special nya adalah Ikan pari saos pedas dan terong goreng.  Selain itu kami memesan sop bakso, ayam goreng, dan cah asparagus. Semuanya maknyuss. Recommended!

31 Pare House Medan

31 Pare House Medan di Kompleks Cemara Asri

Spend time dengan Kosyono Lena

Spend time dengan Kosyono Lena

Untuk makan malam, kami nyobain Kwetiau Ateng di jl S. Parman (non halal) mau kwetiau atau bihun, sama enaknya. Pake telur bebek, daging b2 dan udang (wah, kacau deh dietku hehehe…gpp lah.. rekreasional saja). Harganya 30rb.

Bihun Goreng di Kwetiau Ateng, maknyusss

Bihun Goreng di Kwetiau Ateng, maknyusss

Masih dibawa jalan-jalan seputar kota Medan… btw lalin di sini sama kacaunya seperti di Jakarta. Sopir-sopir angkot merajai jalanan dan bunyi klakson dimana-mana. Aku perhatikan hampir semua ruko di jalanan mempunya papan nama/ reklame yang dibuat menjorok ke luar ruko, sehingga pusing deh liatin papan nama yang begitu banyak.. sangat tidak rapi. Tampaknya pemda Medan tidak memperdulikan masalah ini, entahlah.. kata temanku, birokrasi disini sangat buruk, segala urusan harus keluar uang. Apalagi berkaitan dengan urusan bisnis. Hal ini membuat banyak orang berbisnis dengan memakai segala cara supaya bisa untung. Mudah-mudahan hal ini bisa berubah ya suatu hari.

Kembali ke kuliner, kami pindah ke Restoran Tip Top di Jln Kesawan. Restoran ini memang salah satu restoran paling terkenal di Medan. Di bagian teras restoran, semua kursi sudah penuh.. bahkan ada antrian. Ada band yang membawakan lagu-lagu (sepertinya lagu jaman dulu, karena aku ga tau semua lagunya).  Kami terpaksa duduk di ruangan bagian dalam.

Makan ice cream di tip top

Makan ice cream di tip top, pesan 4 macam, total 75rb

Menunya cukup banyak, ada makanan indonesia, chinese, dan western. Tapi yang terkenal adalah kue dan ice cream nya.  Katanya semua kue dibuat secara tradisional dengan tungku kayu bakar.  Aku pesan Markoop, kue yang di atasnya ada vanila ice cream dan ada lelehan coklatnya. Rasanya tidak terlalu manis.  Resto yang terletak beberapa meter dari Tjong A Fie Mansion ini masih mewarisi gaya cafe gaya Eropa, sehingga gemar didatangi turis asing.

Hari ke 5, kami bersemangat untuk kebaktian di GKDI Medan. Letaknya di Plaza Milenium lantai 6. Aku bersyukur bisa melihat perpaduan orang chinese dan orang batak di dalam Gereja kami, karena hingga saat ini hubungan antara keduanya aku dengar masih kurang baik di Medan. 

Setelah kebaktian kami makan siang bersama Asen dan Yoan.  Lalu ikut Leaders Meeting.  Setelah itu kami dibawa makan durennnn.  Masih ada waktu 1 jam sebelum ke airport. Sebenarnya banyak yang jualan duren di pinggir jalan, tapi katanya yang paling bagus itu Durian Ucok. Tapi sayang waktu kami sampai disana jam 4, durian yg kemarin sudah habis.. dan yang baru masih belum sampai.  Akhirnya kami makan durian di tempat lain hehehe. tak apalah… aku juga uda lamaa sekali ga pernah makan duren.

Durian Medan

Durian Medan

Begitulah perjalanan kami 5 hari selama di Sumatera Utara, sangat berkesan dan mudah-mudahan kami bisa datang lagi.. thanks buat Narasindo Tour, Kosyono Lena, dan Asen Yoan. Sampai ketemu lagi ya….

GKDI Konferensi Nusantara di Surabaya, 26 -28 okt 2012

Welcome to Surabaya!

Ini kedua kalinya aku datang ke Surabaya. Dan…ternyata Surabaya adalah kota yang sudah berubah. Aku cukup takjub melihat “hijau” nya jalan-jalan yang aku lewati. Walaupun cuaca saat ini cukup panas, tapi aku merasa segar dengan melihat banyaknya pepohonan yang ditanam di tepi jalan maupun di pembatas di tengah-tengah jalan. Ternyata perubahan ini dilakukan oleh oleh Ibu Tri Risma harini, perempuan pertama yang menjabat sebagai walikota di Surabaya. Bahkan dari perbincangan dengan seorang sopir car rental, hampir setiap pagi Ibu Risma ini mengelilingi kota untuk mengecek keadaan taman dan pepohonan. Beliau sangat fokus untuk memperindah Surabaya. Waow.. aku salut dengan kerja keras beliau. Mudah-mudahan Pak Jokowi Ahok bisa membuat hal yang sama di Jakarta.

Selain banyaknya tanaman di seluruh pelosok kota, aku juga merasa nyaman berjalan di sepanjang jalan Basuki Rahmat, karena ada trotoar yang lebar dan tanpa PKL. Dari hotel tempat aku menginap (Midtown) aku cukup berjalan kaki ke gedung Gramedia Expo tempat konferensi berlangsung. Dengan trotoar yang lebar, pohon yang rindang, bahkan ada lampu merah untuk menghentikan kendaraan jika kita menyeberang jalan di zebra cross… wah saya merasa Surabaya betul-betul nyaman bagi pejalan kaki. Great Job for Ibu Risma.

 

LESSON 1, by Harliem Salim

Maleakhi 1:1-5

“Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?

Maleakhi adalah Nabi terakhir yang berbicara kepada bangsa Israel, sebelum masuk ke Perjanjian Baru. Berulang kali Tuhan menggerakkan hati bangsa itu untuk selalu berpegang kepada perjanjian, tapi berulang kali bangsa israel selalu menjauhi Tuhan. Ini adalah jaman ketika mereka dalam keadaan paling keras hatinya. Tetapi sekali lagi, Tuhan mengawali firmanNya dengan kalimat :

“I Love You” atau “Aku Mengasihi Kamu”

Inilah hati Tuhan. Dari sejak Tuhan pilih mereka, di Ulangan 7:8 Tuhan mengatakan bahwa bukan karena bangsa israel, tapi karena Tuhan mengasihi mereka. It’s all about God’s love, it’s not about who you are.

GOD has Unchanging Love. No matter how bad you are. Coba pikir tentang diri kita ini siapa, dan ingat kembali betapa banyak kasih Tuhan di dalam hidup kita. Seburuk apapun masa lalu kita, Tuhan tetap mengasihi kita. Problem nya adalah kita yang sering berubah setia kepada Tuhan. Why? Karena kita mudah lupa. Menjaga hubungan dengan Tuhan perlu dilakukan secara konsisten setiap hari, supaya kita tidak lupa. How do you feel when God says He loves you? Masih merasa bersyukur? Masih merasakan sebuah keistimewaan?

Terkadang, kasih Tuhan ditunjukkan dengan di-disiplinkan. Bayangkan seorang anak yang tidak pernah di-disiplinkan, akan jadi seperti apa? Tapi ketika kita sedang mengalami pergumulan, atau menghadapi konsekuensi dosa kita, atau mengalami hal yang sulit yang kita ga mengerti, masikah kita merasa bersyukur? Tuhan selalu fokus untuk membentuk karakter orang yang dikasihiNya. Jadi jika hidup kita terasa lebih sulit sejak kita menjadi seorang murid Yesus, itu hal yang wajar. Tuhan sedang mengajari kita sesuatu. Justru heran dengan orang yang jadi Kristen tapi hidupnya enak terus. Tuhan ingin kita bertumbuh dalam banyak hal.

Mal 1:6

Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?

Kita mengerti perbedaan antara hubungan tuan – hamba, dengan ayah – anak. Kita mengerti seharusnya hamba melayani tuan nya, dan seorang anak akan mewarisi kepunyaan ayahnya. Tuhan menganggap kita sebagai seorang anak, tapi sikap kita kadang kurang ajar.

Mal 1: 7-8

Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” Dengan cara menyangka: “Meja TUHAN boleh dihinakan!”

Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?

Pada jaman itu, bangsa israel akan mempersembahkan korban sebagai pengganti hukuman dosa yang mereka lakukan. Dosa seharusnya diganjar hukuman, tapi Tuhan hanya meminta mereka untuk mempersembahkan binatang yang terbaik. Tapi di jaman ini, mereka sudah meremehkan hal itu dan memberikan persembahan korban yang jelek. Bayangkan jika ada org bersalah kepada kamu, tapi dia meminta maaf dengan setengah hati. Apa perasaan kamu? Bagaimana jika ada orang memberikan kepada kmu barang yang sudah jelek? Kamu suka atau merasa terhina?

Jika kita tidak suka menerima barang yang jelek, apa yg membuat kita pikir bahwa Tuhan akan suka menerima persembahan kita yang jelek?

Tuhan juga akan merasa Dihina jika kita tidak memberikan yang terbaik kepada Dia.

If you not give you best, then you despise Me! Says the Lord.

Lihat ke dalam hidup kita. Dalam hal apa kita tidak memberikan yang terbaik? Ini bukan bicara tentang memberikan materi. Ini tentang memberikan hidup kita secara total kepada Tuhan. Bukan suam – suam kuku. Banyak sekali orang menyebut dirinya Kristen, tapi suka tinggal di dalam dosa dan hidup dalam suam- suam kuku.

Mal 1:10

Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

Tuhan bicara seperti ini ” lebih baik tutup gerejamu, ga usah ada kebaktian, daripada kamu kebaktian dan pelayanan tapi masih tetap suka bermain – main dengan dosa.”

BE ALL OUT, or Nothing at all. Tuhan merasa terhina jika kita kelihatan bagus, masih beribadah, tapi hidup kita busuk. God knows everything.

Mal 1: 12-13

Kamu berkata: “Lihat, alangkah susah payahnya!” dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.

Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Ingat ketika Yesus memuji seorang perempuan miskin yang memberikan semua yang dimilikinya. Sebenarnya bukan berapa nilai atau harga dari barang yang kita kasih yang penting. Tapi seberapa besar harga yang kamu rela bayar kepada Tuhan? Jika kita dengan mudah saja untuk melayani Tuhan, itu biasa saja. Tapi jika kamu harus berkorban untuk melayani Tuhan, untuk bantu orang lain, itu baru masuk hitungan.

Do You Give Your Best for God? Waktu? Tenaga? Pikiran? Hati? It’s not about money. It’s about giving your life.

Buat keputusan dalam hidup kristen kamu, apakah kamu akan serius atau suam – suam kuku. Ibadah yang sebenarnya adalah praktek ke lapangan. Bangun hubungan yang real dengan Tuhan, pelajari firman Nya, bertobat secara serius, dan bantu orang lain untuk mengenal kebenaran juga. Bukan hanya datang ke gereja dan pulang ga ngapa-ngapain. Tuhan itu pengasih, dan Tuhan juga adil, tegas dan tidak kompromi. Amin

LESSON 2. for Married. By Harliem & Vania, Budi K & Liphin

Maleakhi 2: 10-12

Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?

Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.

Ada sebuah hubungan yang benar, yang Tuhan inginkan, tapi kita tidak lakukan. Sebaliknya ada hubungan yang tidak sesuai kehendak Tuhan, eh malah kita lakukan.

Tapi ingat, jika kita memiliki hubungan yang tidak benar, semua itu akan membawa konsekuensi hingga ke anak dan keluarga kita.

Mal 2:13-14

Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.

Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.

Lihatlah ke dalam pernikahan kita. Apakah kita sedang menutupi masalah pernikahan kita dengan pelayanan kita? Apakah kita kelihatan hebat di luar tapi banyak masalah yang tidak diselesaikan di dalam keluarga kita? Apakah pernikahan kita tidak bertumbuh?

Bereskan Masalah Pernikahan Kita dengan Benar, sebelum Kita Melayani Tuhan

  • seberapa besar kamu FIGHT untuk married kamu?
  • Seberapa kamu betul-betul jujur tentang married kmu?
  • Seberapa sabar kamu menghadapi kelemahan pasangan? Apakah kmu suka membandingkan pasangan kmu dengan org lain? Semua orang punya skala kelemahan yang berbeda.
  • Apakah kamu mau terbuka dan mencari bantuan?

Problem adalah sebuah Indikasi tentang Hubungan kamu sendiri dengan Tuhan

1 Petrus 3:7

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Doa kita tidak akan dijawab Tuhan, jika kita tidak memperlakukan pasangan kita dengan benar

Pernikahan adalah sebuah COVENANT, bukan CONTRACT

kontrak adalah perjanjian yang kita mau pastikan bisa menguntungkan pihak kita. Tapi Covenant adalah perjanjian dimana kita mau memberikan sesuatu untuk pasangan kita. Sama seperti perjanjian Tuhan dengan israel, dimana Tuhan selalu memberikan apa yang menjadi janjiNya. Bukan perjanjian yang sifatnya egois saja. Apakah kamu melihat married kamu sebagai sebuah covenant atau contract? Itu akan membuat sikap kamu berbeda. Jika covenant, maka kamu akan fokus utk memberi kepada pasangan, bukan hanya fokus untuk diberi.

4 SIKAP yang merusak pernikahan

  • Mengkritik / Critize. Apakah kita sangat mudah mengkritik daripada memuji pasangan? Kadang kita menggunakan kata2 seperti ” kamu selalu begitu….” atau “kamu tidak pernah…” Discuss the problem, but dont attack your spouse. Bicarakan hal yang mengganggu, tapi bukan dengan sikap menyerang pasangan.
  • Merendahkan / Contempt.
  • Membela diri / Defensive. Sulit untuk diberi nasehat dan mengakui kesalahan
  • Membangun tembok / Stone walling. Bagaimana sikap kita jika ada konflik, apakah kita langsung berdiam diri, cuek, atau fokus ke tv atau gadget? Tidur di kamar anak? Itu akan lebih menjauhkan diri dari pasangan.

Mal 2:16

Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Apakah suami bisa bersikap kasar kpd istri? Harliem jika di dalam rumah lebih banyak dilayani vania, tapi jika di luar, dia akan selalu berusaha melayani vania. Misalnya dalam hal bawain barang, jaga anak. Jangan membiarkan istri yang selalu melayani. Atau semua serahkan ke pembantu, tapi ayah gak ngapa-ngapain karena sudah merasa bekerja cari duit.

Semua masalah pernikahan dapat diselesaikan oleh Yesus

kuncinya adalah kita mau CONTRITE, CONFESS, dan CHANGE. Rendah hati, Mengakui, dan Berubah. Mulai dari diri sendiri, jangan menunjuk pasangan duluan. Dua-duanya pasti ada bagian.

Shopping at Beijing Lu, Guangzhou

Guangzhou, dulu disebut Canton, adalah ibukota dari provinsi Kuantung yang berada di China selatan.  Kota ini merupakan salah satu kota terbesar di China yang katanya sebanding dengan kota Los Angeles.  Jumlah penduduk yang sangat banyak terlihat dari jalan-jalan yang macet.  Walaupun macet, sistem transportasi nya sudah sangat maju.  Selain Bus Rapid Transit yang teratur dan kereta api canggih, disini juga ada Metro Subway. Kami nyobain naik Metro Subway untuk pergi ke Beijing Lu (Beijing Road).  Dan inilah suasana di bawah tanah; penuh dengan orang-orang, apalagi ditambah dengan pertokoan di sepanjang stasiun bawah tanah ini, seakan-akan kita sedang berada di mal.

Suasana pertokoan di Metro Subway

Metro menjadi sarana transportasi utama di Guangzhou

Naik Metro disini sama seperti naik busway di Jkt ramenya, orangnya sampe bejubel… tapi walaupun berdiri karena ga dapet tempat duduk, perjalanan hanya beberapa menit, dan harganya murah pula, 2-5 yuan. Ngarepin kapan ya bisa naik mrt di jakarta…

Tempat wisata yang ada di Guangzhou kebanyakan adalah bangunan-bangunan bersejarah dan taman-taman.  Tapi disini adalah surganya belanja.  Kami menginap di daerah Tianhe, dan di sekitar hotel banyak sekali pedestrian mal.  Ada 2 lokasi pedestrian shopping yang paling terkenal, yaitu Shang xia jiu lu dan Beijing lu. Jika di Shang xia Jiu Lu lebih banyak bangunan-bangunan kuno karena lebih dulu dibangun, maka di Beijing Lu terasa lebih moderen.  Kami akhirnya pergi ke Beijing Lu, karena katanya orang Indo lebih suka pergi kesana.

Perempatan di dekat Beijing Lu

Uniknya di Beijing lu, kita bisa berbelanja di toko-toko yang Branded, atau ke toko-toko tradisional yang pake tawar menawar. Tapi ketika kami masuk ke toko-toko yang tradisional, harga barang-barang disana sangat mahal, padahal barang-barangnya ditempeli merek bajakan.  Tips jika ingin berbelanja disini, lihatlah ke beberapa toko dulu sebelum memutuskan untuk membeli.  Dan tawarlah hingga setengah harga, dari harga yang diberikan pertama kali.  Gw yang pusing kalo belanja dengan tawar menawar (ditambah dengan para pemilik toko yang kurang ramah jika kita menawar), akhirnya memilih pergi ke toko-toko yang branded tapi lagi SALE.  Hmm.. menurutku harganya hanya “sedikit” lebih murah daripada di Jkt.

toko tradisional dan branded bercampur di Beijing Lu

Makan di sekitar Beijing Lu lebih enak daripada makan di kota-kota lain yang kami pergi.  Katanya memang makanan di Guangzhou paling enak di antara di kota-kota lain nya.  Sore harinya kami pergi ke sungai Pearl River.  Dibandingkan dengan Shanghai, pemandangan di Shanghai lebih bagus sih.

Kita bisa berjalan-jalan di tepi sungai Pearl River yang teduh

Suasana di depan Tee Mal di jalan Tianhe

Sebenarnya masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di Guangzhou seperti Yuexiu Park, Chen Clan Academy, Chime Long Paradise, Canton Tower, dll tapi sayangnya kami tidak punya banyak waktu lagi disini.  Next time kalau pergi lagi kesini, gw mau ke tempat wisata aja deh… pegel jalan kaki di pedestrian street hehehe. Pulang ke Indo, yang pengen gw lakukan adalah belajar bhs mandarin.. mudah2an terus termotivasi hehehe.

 

 

Unforgettable trip in HuangShan China

Huangshan kudu wajib didatangi kalo kita ke China! Syaratnya, masih kuat berjalan kaki naik turun tangga sejauh 2-6 jam (tergantung rute yang diambil). Jika tidak kuat, lupakan saja… tapi boleh juga jika anda hanya sekedar naik cable train lalu langsung turun dengan cable train lagi. Jadi ga ada mendaki sama sekali. Tapi ga seru ah..

Kami pergi ke Huangshan ikut tour lokal dari Yiwu. Biayanya sekitar 700rb/orang. Dari Yiwu kami melewati kota Jinhua, lalu masuk ke kota Huangshan di provinsi Anhui (perjalanan sekitar 4 jam). Pemandangan dari Jinhua ke Huangshan indahhhhh bangetttt, sampe mata rasanya segar terus dan selalu ingin memotret. Di sepanjang kiri kanan jalan tol (jalan tol nya bagus, baru dibangun dengan tiang pancang yang tingi-tinggi) terdapat perbukitan hijau dan lembah. Banyak melewati terowongan yang dibuat dengan menembus perbukitan. Kira2 ada 30-an jumlah terowongan yang kami lewati. Wow! Infrastruktur yang luar biasa! (lagi2, pliz jgn dibandingin sama indo yak!)

view di sepanjang jalan tol

terowongan yang menembus bukit

Di dalam terowongan

Sampai di kota Huangshan, kami singgah di Kota Lama (Tunxi Ancient Street). Tempat wisata pejalan kaki ini dipenuhi oleh cafe dan toko suvenir. Yang unik adalah semua bangunan disini sudah berusia ratusan tahun.  Persis seperti bangunan di jalan-jalan yang sering kita lihat di film2 silat.  Tempat ini memang sering dipakai untuk syuting film silat.

sebuah toko di kota lama Tunxi

bangunan nya kuno banget

bareng teman dari Yiwu

Habis makan siang di sini, kami segera menuju pegunungan Huangshan. Sampai di tempat perhentian bis, kami pindah ke bis khusus dari pengelola, untuk membawa kami ke stasiun kereta gantung (cable train). Ada 2 pilihan bagi turis untuk menikmati alam disini. Pertama, dengan naik cable train.  Kedua, berjalan kaki mendaki ke puncak.

Naiknya pake cable train aja, turun nya baru jalan kaki…mendingan capenya di belakang aja..   Gw ngajuin usul sebelum yang lain mau naik jalan kaki.  Maklum, si joni dulu pendaki gunung, sebaliknya gw males banget hiking… pinggang bisa pegel banget hehehe.  padahal, gw juga rada parno berada di ketinggian… takut cable train nya putus, wah gimana tuh… akhir hidup gw.  Bayar cable trainnya 90 yuan/ org.

Kata tour guide, kami masih harus berjalan kaki dari halte cable train di atas menuju puncak dan hotel.  Beberapa anggota rombongan yang membawa koper terpaksa meninggalkan kopernya di mobil.  Tapi karena gw pikir jaraknya mungkin ga terlalu jauh dan malas bongkar koper, gw dan joni tetap membawa koper kita. koper kita yang warna merah nih..

foto dulu sebelum naik cable train

Satu kereta cukup untuk kita ber-8, dan kita uda siap2 in kamera dan video cam.  waktu mulai naik, wah… kelihatan hutan2 yang rimbun.  Semakin naik..  mulai kelihatan gunung-gunung batu yang guede dan buanyak banget…  Semakin tinggi, omg… gw uda deg-deg an karena belum nyampe2 juga..  kita semua di dalam train juga deg2 an hahaha…kapan nyampenya nih..??  di satu sisi senang bgt ngeliat pemandangan, di sisi lain ketakutan jg karena semakin tinggi dan semakin tinggi… tapi dalam hati, untung milih naik cable train.  kalo jalan kaki, kapan nyampenya ya ke atas ..?

train nya cukup banyak, cable nya dua arah naik dan turun

view arah naik, wah tinggi bangetttt...

menyeramkan sekaligus memuji kebesaran ciptaan Tuhan

higher and higher...

kabut dan awan diantara gunung2

Setelah deg-degan selama 20 menit, akhirnya kami sampai di halte yang di atas.  Udara terasa sejuk, dan sinar mentari tidak terlalu menyengat.  Jika kita tidak suka musim dingin, bulan september – november paling tepat untuk datang kesini.  Tapi jika kita ingin melihat salju (dan tahan dingin yaa), bulan Des- Jan pegunungan ini biasanya diselimuti salju.  Tapi jika musim dingin, belum tentu kita bisa dengan mudah mendaki pegunungan ini karena licin dan kemungkinan badai.

Dari halte ini kami ternyata perlu mendaki untuk sampai di hotel.  Salut dengan pemerintah China yang membuat ribuan anak tangga untuk menyusuri pegunungan ini.  Awal-awal jalan sih gw semangat banget, karena pemandangan disini betul2 keren. Pantas, pegunungan ini menjadi inspirasi dari film Avatar.

ribuan anak tangga bahkan lebih... siap2 untuk olahraga betis!

joni ga kalah semangat karena uda lama ga hiking gunung

Nah, karena barang kita cukup banyak, kita bagi tugas.. gw yg bawa tas kamera dan minuman, dan joni yg mesti bawa koper merah kita… huhuhuhu menyesal deh bawa koper, mestinya hanya bawa ransel saja.. karena berat bgt jalan sampe bawa koper.. sampe pada diliatin orang2..

joni tetap senyum walaupun beban bawa koper

Perjalanan terasa menyulitkan terutama gw yg ga suka jalan kaki… setiap kali ada titip perhentian gw pasti berhenti untuk menarik napas.. dan tentunya foto2 lagi.  Dari setiap titik perhentian memiliki view yang bagus, karena jumlah gunungnya banyak banget disini.  Teringat gw kepada mazmur Daud “The Lord is my rock!” dan tak henti2 nya rasa kagum sama Tuhan karena melihat gunung2 raksasa ini.  HuangShan telah dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO tahun 1990.

salah satu titik perhentian

pohon tusam yang paling banyak tumbuh disini

Selain keindahan alam disini, perawatan tempat ini juga membuat gw sangat kagum.  Di daerah ini dilarang merokok, dan tidak ada sampah berserakan. Betul2 bersih dan terawat.  Padahal banyak orang berjualan makanan di setiap perhentian.  Turisnya juga membludak.  Gw harus menjaga kecepatan supaya jangan ketinggalan dengan rombongan yang lain, karena banyak sekali rombongan tur disini.  Kalau ketinggalan rombongan gawat deh, malah ga tau jalan pulang..  Joni terus memberi semangat sama gw.  Banyak juga orang yang bawa tongkat (di dekat stasiun kereta banyak dijual tongkat tapi karena merasa tidak butuh, gw ga beli).  Padahal, perlu banget.. ada satu kali gw berhenti di tengah tanjakan, dan ada orang yang menawarkan tongkatnya sama gw untuk membantu gw mendaki… gw kira dia ga mau lagi tongkatnya, ternyata dia cuma minjamin sampe puncak tanjakan saja hehehe… sie-sie ya..

berkabut

seandainya gw beli tongkat!

Setelah berjuang selama hampir 3jam…akhirnya kami sampai di White Goose Hotel. Akhirnyaaaaa….. disini udaranya lebih dingin. Capenya ampunnn… tak terasa kita ternyata sudah berada di atas awan.  Satu hal lagi yang gw suka, bisa menikmati sunset di sini… wah awesome banget dah…

akhirnya sampe juga,thank God...duh niat bgt yg bangun hotel disini ya?

perfect place to watch the beautiful sunset

yah, kami memang berada di atas awan...

Namanya hotel di atas gunung, pasti mahal ya.. tapi boleh dong ngarepin yang kasurnya enak.. tau sendiri badan uda cape setengah mati.  Tapi ternyata kamar yang kami dapat seperti barak, 8 orang sempit2 an di dalam 1 kamar. Kasurnya pun ala kadarnya… mesti dialasi selimut supaya punggung ga merasakan kayunya..  berusaha ga komplain, kami lebih baik tertawa karena tidak bisa mendapatkan kamar yang lain… coba tebak harga kamarnya berapa? hampir 1jt semalam…busyett.. (mesti tetap bersyukur, amin..)

berusaha tetap tertawa dengan kamar seperti ini heheheh...

Biaya tur sudah termasuk harga kamar ini, tapi makan malam harus bayar sendiri.  Menu yang tersedia tidak banyak, kami hanya bisa memesan sayuran dan sup ayam.  Mestinya bawa pop mie lebih enak nih daripada di restoran nya hehehe…ya sudahlah.  Habis mandi dan makan, try to sleep on the “comfort bed”,  zzzz… (pengen bangun pagi2 untuk liat sunrise)

morning!

Gak bisa bangun karena cape…akhirnya batal deh liat sunrise pagi-pagi (seharusnya jam 5).  Ya sudahlah, gw uda pernah liat sunrise di bromo.  Tapi luar biasa banget ya disini, bisa melihat sunset dan sunrise, saking tingginya.  Setelah mandi seadanya dan sarapan dengan telur rebus dan bakpao (oh ya, disini byk yang jualan telur rebus), rombongan kita check out…

Perjalanan untuk kembali ke train station tidak sama dengan perjalanan waktu datang.. rutenya berbeda.  Jadi masih banyak pemandangan yang bisa dilihat.  Joni harus kembali membawa bag nya.  Jalanan bukan langsung menurun, tapi tetap banyak naik nya.. mudah2 an rute pulang ini ga terlalu jauh ya…

the traveller's bag

tapi belum sebanding dengan orang2 yang bekerja mengangkut bahan makanan ke atas gunung.. bisa berapa kali tuh naik turun dalam sehari..? seperti sedang latihan kungfu aja…

pengangkut barang

Nah, gimana jika kita uda merasa gak kuat lagi di tengah perjalanan mendaki ini..?  Jgn kuatir, ada juga pengangkut orang tenaga orang.. tinggal duduk di kursi, diangkut, tapi gw sih ngeliatnya ngeri ya.. apalagi jika melewati naikan yang agak terjal.. bayarannya tentu mahal banget, dihitung dari titik A ke titik B. Minimal 100rb.

Disewakan jasa angkutan kursi tandu

solusi bagi turis yang punya duit dan uda cape

yang diangkut betul2 bergantung kepada pengangkut. Kalo satu jatuh, semua bisa jatuh...

Rute pulang ini ternyata lebih “curam” daripada rute datang.  Sambil menikmati pemandangan, kita harus berhati-hati dengan jalan yang sempit atau curam, tanpa ada pegangan di sampingnya.

di tepi jalanan yang curam

kudu extra hati2 di turunan ini

rute yang curam

tangga mengitari gunung

beautiful mountain and sky!

Setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih… cable train nya sudah kelihatan!  wahh senang bgt krn sudah berakhir, tapi juga merasa sayang karena belum tentu bisa kesini lagi.. oh ya, kalo yang masih kuat, bisa berjalan hingga ke bawah sekali tanpa cable train.  Rencana awal kita yang ingin turun jalan kaki ternyata batall.. gw sudah tidak kuat lagi hehehehe…

kereta gantung untuk turun

amazed dengan pembuatan kereta gantung ini

kali ini jarak turun nya lebih pendek, sekitar 15 menit.  Tapi tetap saja terasa deg2-an hehehe… thank God kita bisa sampai dengan selamat.  Di sini terdapat tourist center yg menyediakan berbagai informasi seputar huangshan.

Di tourist center ini kita bisa mendapat informasi ttg huangshan

miniatur pegunungan huangshan

Kirain uda nyampe di tempat bis, eh ternyata belum… bis belum bisa naik kesini karena jalan nya lagi diperbaiki.. ya musti jalan lagi deh..

yah jalan lagi deh...

dan ternyata masih ada tangga lagi...

setelah tangga ada sungai yang airnya bening banget..

End of journey in Huangshan mountain… setelah makan siang, kami kembali ke kota Yiwu

Beberapa Tips buat turis yang mau mendaki Huangshan :

~ Pergi pada musim panas/semi adalah waktu terbaik, kecuali anda ingin melihat salju pada musim dingin.  Tapi menurut gw, ga ada salju aja uda sulit, apalagi jika bersalju, pasti licin dan berbahaya.  Apalagi jika ada badai salju.

~ Pake baju dan sepatu yang tepat untuk mendaki, dan bawalah ransel dengan perlengkapan secukupnya, supaya tidak membebankan pendakian.

~ Lebih enak memang menginap semalam di hotel2 yg terdapat disana jika anda ingin melihat sunset dan sunrise (jika ikut tur lokal), tapi harga makanan sgt mahal dan kurang enak, lebih baik bawa pop mie aja heheheh…

~ Jika tidak mau menginap, pilihlah rute yang tidak terlalu panjang, sehingga cukup waktu untuk naik dan turun.  Lebih baik mengajak seorang tur guide lokal yang bisa bhs inggris jika anda tidak mau bergabung dengan keramaian tur.  Karena terus terang, ikut tur rame-rame itu cukup berisik buat gw.

~ Biaya utk cable train; 80 yuan / sekali naik.  Gunakan ini jika tidak ingin terlalu cape ketika naik/turun

~ Peralatan wajib; video/kamera yang bagus +  memory card yang besar, anda tidak akan kehabisan tempat untuk berfoto.  Topi + sunglass + suncream kalau ga tahan sinar matahari.  Jaket jika anda tidak tahan dingin, karena pada saat malam cukup dingin.

~ Belilah tongkat yang banyak dijual di bawah sebelum pendakian, itu akan membantu

Shall not forget this amazing trip!

unforgettable mountain

Menyusuri sejarah Dinasti China di Hengdian World Studio

Kalau sudah pergi ke Yiwu, jangan lupa ke DongYang. Di kota kecil yang jauhnya hanya 45 menit dari Yiwu, terdapat tempat wisata yang menarik, yaitu Hengdian World Studio. Inilah tempat syuting film terbesar di dunia. Jika mau mengelilingi semua lokasi wisatanya, perlu 3 hari kalau mau puas  (lihat di www.hengdianworld.com Karena hanya punya waktu 1 hari, kami hanya sempat mengunjungi 2 lokasi saja, yaitu

Ming and Qing Dynasti Palace (Istana Raja2 dinasti Ming dan Qing yang terakhir memerintah sebelum China menjadi republik). Bentuk dan ukuran nya sama persis dengan Kota Terlarang (Forbidden City) yang ada di Beijing. Ga sempat ke Beijing, kesini uda cukup hehehe… biaya masuknya 95 yuan/ org.

Great Ming Gate (gerbang pertama)

Halaman menuju gerbang kedua

Jinshui Bridge dan Gerbang Tiananment (gerbang kedua)

Meridian Gate (gerbang ketiga)

Gate of Supreme Harmony (gerbang ke-4)

Hall of Supreme Harmony

Singgasana raja

Gate of Celestial Purity

Di gerbang ini kami tidak bisa masuk karena ada shooting film

Tempat kedua yaitu Qin Dynasty Palace (Dinasti ini yang membangun Tembok Besar dan Terracota Army). Bagi penggemar film silat, pasti senang banget ke sini, karena tempat ini banyak dipakai untuk syuting film, diantaranya film Hero (Jet Li) dan Forbidden Kingdom (Jackie Chan dan Jet Li). Biaya masuk 90 yuan/org. Hiatttt…!!

Gerbang Qin Palace

Pintu gerbangnya tinggi banget

Rasanya sering melihat lorong ini di film

Totempoles, carved and painted with dragon stand tall, was the symbol of unification of the world by Emperor Qin Shi Huang

Flying dragon in front of 99 stairs are patron saints of Qin's Palace. It is an imaginary product which gathers seven animals' essences: head of crocodile, horn of deer, whisker of carp, body of sanke, wing of bird, claw of eagle, and scale of fish, all of which manifest the dignity and loftiness of royal family.

Singgasana Raja, kalau mau foto disana mesti bayar

Terrakota army

my husband loves this place

Senjatanya gede amat

Chariot for attacking city

Watch Tower

Masih ada 8 lokasi wisata di daerah ini, tapi kami ga sempat untuk pergi ke semuanya, sayang juga ya..nah ada yang mau menjajali semua tempat ini?

Tarif masuk ke Hengdian World Studio